Obat Ampuh untuk Batu Rapuh: Konservasi Batu di Candi Nandi

0
126
Konservator sedang menginjeksi batu yang rapuh dengan cairan RC 90 di Candi Nandi yang ada di kompleks Candi Prambanan pada 25 September 2019 dengan tujuan untuk memperkuat batu.

       Tidak hanya tulang manusia saja yang bisa keropos karena kehilangan kepadatan, massa, dan kekuatannya saat mengalami osteoporosis. Batu-batu penyusun candi pun bisa rapuh karena hilangnya berbagai unsur mineral yang terkandung di dalamnya.

       Candi yang tampak berdiri kukuh, komponen batu-batu penyusunnya pun bisa berisiko rapuh. Batu yang rapuh disebabkan oleh berbagai faktor, baik bersifat internal yaitu kualitas batu, maupun bersifat eksternal antara lain suhu, kelembapan, dan cuaca.

Detail celah batu

Sebagian besar batu-batu rapuh akibat terjadinya pelapukan. Pada saat proses pelapukan, beberapa unsur yang terkandung dalam batu terlepas. Salah satunya yaitu silika, yang merupakan unsur utama dalam pembentukan batuan. Jika kandungan unsur silika dalam batu terus tergerus, maka batu akan mengalami kerapuhan sehingga kekuatan dan kepadatannya akan berkurang.

 

     Tidak mungkin sebuah candi dapat berdiri kukuh jika tersusun dari batu-batu yang rapuh. Lambat laun batu-batu yang rapuh bisa berpotensi menyebabkan candi runtuh. Oleh karena itu, kelemahan batu-batu tersebut harus segera ditangani.

       Pada 25 September 2019, tim konservator dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan Konsolidasi Batu Rapuh di Candi Nandi yang berada di halaman I kompleks Candi Prambanan. Berdasarkan hasil observasi, di Candi Nandi terdapat beberapa blok batu yang rapuh, yang diketahui dengan adanya unsur mineral dari batu yang terurai seperti pasir.

Menginjeksi batu yang rapuh

       Penguatan batu dilakukan dengan cara menginjeksi cairan RC 90 ke dalam batu. Botol yang berisi cairan RC 90 diberi selang untuk mengalirkan cairan tersebut ke dalam pori-pori batu melalui celah di antara satu batu dengan batu lainnya. Seperti halnya menginfus seorang pasien yang sedang sakit. RC 90 berfungsi mengikat kembali oksida batuan agar tidak mudah terlepas guna mempertahankan kekuatan batu.

       Kegiatan Konsolidasi Batu Rapuh rutin dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Terutama di musim kemarau. Hal tersebut penting dilakukan, untuk mempertahankan kekuatan batu agar candi tetap tegak berdiri dan cagar budaya terus lestari. (fry/snta)

TINGGALKAN KOMENTAR