Dalem Suryoputran

0
92

     Pada masa Sultan Hamengku Buwana VI, dalem ini merupakan tempat tinggal GPH Suryoputra yaitu putra Sultan Hamengku Buwana VI. Dalem ini sering digunakan sebagai tempat latihan kesenian Jawa. Setelah GPH Suryoputra wafat, dalem ini dikembalikan kepada Sultan, yang selanjutnya diberikan kepada putranya yaitu GPH Hadikusuma sehingga dalem tersebut terkenal dengan nama Dalem Ngadikusuman.

       Pada zaman pendudukan Jepang, dalem ini sering digunakan sebagai tempat berbagai macam kegiatan pemuda, seperti olahraga dan kesenian. Pada 28 Juli 1952, dalem ini dibeli oleh Dinas Pengawas Keselamatan Negara, yang selanjutnya digunakan sebagai asrama polisi sampai sekarang.

      Bangunan ini menghadap ke selatan dengan pintu gapura beratap kampung, daun pintu gerbang dari kayu terdiri dari 2 buah pintu. Pagar keliling bangunan berupa tembok dan sekarang dipakai untuk tembok permanen bangunan rumah di sekeliling dalem. Pendapa berdenah bujur sangkar tanpa dinding dan beratap joglo. Di sebelah utara pendapa terdapat pringgitan. Lantai pendapa dan pringgitan dari plesteran. Antara dalem ageng dan pringgitan dibatasi tembok dengan tiga buah pintu penghubung.

        Di dalem ageng terdapat sentong kiwo, sentong tengen, dan sentong tengah. Di utara sentong terdapat ruangan yang sekarang dipakai untuk tempat tinggal, sedangkan gandok tengen dipakai untuk tempat tinggal dengan sekat-sekat baru dari kayu/tripleks. Dalem Suryoputran terletak di Jalan Suryoputran No. 13 Yogyakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR