Bangunan masjid ini dibangun oleh masyarakat setempat sekitar tahun 1870 dengan dipimpin oleh seorang ulama setempat bernama H. Abdul Majid. Tokoh ini sekarang dimakamkan  di belakang masjid.

Bangunan terdiri dari tiga bangunan pokok, yaitu bangunan masjid, mihrab, dan menara. Bangunan masjid mempunyai atap tumpang (susun) tiga dari bahan seng. Atap di bagian mihrab berbentuk kubah. Dahulu atapnya dari bahan ijuk  dan diganti dengan seng pada tahun 1920. Luas mihrab berukuran 7,5 x 3 m. Pada ruangan mihrab ini terdapat mimbar  porselin berhias bunga dan stiliran daun-daunan. Mimbar ini berangka tahun 1926. Pada ruangan utama terdapat 5 buah tiang utama. Empat di antaranya  membentuk denah bujur sangkar dan satu tiang berada di tengahnya. Bentuk tiang kubus pada bagian bawah dan persegi delapan pada bagian tengah, dan puncaknya berbentuk pelipit.

Bangunan menara berbentuk segi delapan pada bagian bawah dan membulat pada bagian tengah. Keliling bangunan  menara bagian dasar adalah 10,5 m dan pada bagian segi delapan adalah 8,7 m. Pintu masuk berada di sebelah barat, berukuran lebar 0,5 m dan tinggi 1,5 m. Antara  bagian  segi delapan dan bagian membulat terdapat selasar melingkar yang berpagar di bagian luar. Diamater selasar ini lebih lebar dibandingan dengan tubuh menara sehingga terkesan menonjol. Bagian puncak di bawah atap juga terdapat selasar melingkar dan ruangan yang dinding  lingkarnya di bagian luar berupa dinding kaca. Bagian  dinding tubuh menara sangat raya dengan hiasan berbentuk ukiran dengan dasar warna putih dan warna hiasan coklat, hitam, dan kuning. Saat ini bangunan menara tersebut telah roboh akibat gempa.