Situs Perkampungan Tua Ke’te Kesu Toraja Utara

0
1896

Situs Perkampungan Tua Ke’te Kesu Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan

No. Inventarisasi : 290

SK. Penetapan Situs : Nomor : PM.09/PW.007/MKP/2010, tanggal 8 Januari 2010, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik, SE

Alamat : Jl. Ke’te’ Kesu’

Kampung/Dusun : Bunoran

Desa/Kelurahan : Panta’rukan Lolo

Kecamatan : Kesu

Kabupaten/Kota : Toraja Utara

Provinsi : Sulawesi Selatan

Pulau : Sulawesi

Periodisasi : Prasejarah

Ketinggian : 800 mdpl

Deskripsi : Ke’te’ Kesu’ memiliki seluruh komponen dalam sebuah pemukiman Toraja. Komponen seperti tongkonan(rumah) dan alang(lumbung), areal pemakaman, lapangan upacara, sawah dan areal penggembalaan. Hutan bambu sebagai bahan utama dalam setiap upacara maupun bahan baku rumah juga masih bisa ditemukan diantara areal pemukiman dan areal pemakaman. Tongkonan Ke’te’ Kesu’ memiliki 5 rumah dan 15 lumbung yang dibangun sesuai dengan tradisi  yang ada di masyarakat Toraja.
Rumah terbesar (Tongkonan Puang Ri kesu’), berada bagian tengah jejeran rumah. Tongkonan ini juga merupakan tongkonan tertua di wilayah ini (tongkonan layuk), yang dibangun oleh pemimpin pertama wilayah di Kesu’. Tongkonan Rura saat ini difungsikan sebagai museum, yang menjadi semacam contoh hasil kebudayaan material Toraja.
Areal upacara adat (rante) berada di bagian utara yang berjarak sekitar 50 meter dari tongkonan dan memiliki luas sekitar 2000 m2. Sekitar 17 buah menhir (simbuang) berdiri di rante tersebut. Ukuran menhir tersebut bervariasi, yang paling besar berukuran tinggi 3,85 m dan ketebalan batu 0.9 m. Menhir terkecil berukuran tinggi 0.4 m dan tebal 0.4 m.
Areal pekuburan berada bagian lereng bukit karst tepatnya di arah selatan atau bagian belakang tongkonan. Peti mati (erong) ada yang diletakkan di tanah, di dalam ruang gua, atau digantung di tebing (kubur gantung). Bentuk erong yang ada terdiri atas bentuk hewan (kerbau dan babi) dan bentuk rumah tongkonan. Menurut tradisi tutur yang berkembang bentuk hewan merupakan bentuk yang pertama kali digunakan.

Latar Sejarah : Tongkonan Ke’te’ Kesu’ dibanguna pertama kali pada abad ke-17. Dahulu letaknya terpisah dan berjauhan, namun pada sekitar tahun 1919 tongkonan tersebut disatukan kembali oleh ‘Parengnge Lembang Kesu’, pemimpin utama yang bernama Pong Panimba. Tongkonan yang  terpisah-pisah itu bernama To’sedana, Puang Ri Kesu’, Tonga, Rura’, dan Barongsa’lau, dan ketika dikumpulkan menjadi satu lokasi menjadi Tongkonan Bamba dan bertahan sampai sekarang.

kete kesu 1
Jejeran Tongkonan dan Alang (lumbung padi) di Kampung Tua Ke’te Kesu
kete kesu 2
Rante (lokasi upacara) dengan jejeran Simbuang (batu monolit tempat mengikat kerbau sebelum pesta Rambu Solo (upacara kematian) dimulai. Budaya ini dalam periodisasi Arkeologi dikenal sebagai budaya Megalitik (batu besar).
kete kesu 3
Liang (kuburan) sebagai salah satu komponen dalam perkampungan tua Ke’te Kesu

(MAP)