Mengapa Rempah Sangat Diminati?

0
125

Seorang Pedagang Arab mengemukakan
“Jika Ia membawa enam perahu bermuatan rempah-rempah dan dalam perjalanan pulang Ia kehilangan lima perahu, meskipun demikian keuntungan yang diperoleh dari satu perahu yang tersisa itu tetap sangat menguntungkan”.
Kepulauan Indonesia terletak dalam jalur angin musim (muson), sehingga menjadi wilayah yang strategis dan ramai sebagai jalur pelayaran yang menghubungkan dunia barat dan timur sejak milenium pertama masehi. Ramainya perdagangan rempah dan pelayaran di kepulauan Indonesia, setidaknya tercatat dalam berita Tiongkok sejak awal Masehi.
Rempah memiliki banyak manfaat. Bagi masyarakat penghasilnya, rempah digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan pengobatan. Bagi orang China, selain sebagai penyedap masakan dan pengobatan, rempah digunakan untuk meningkatkan kemampuan seksual, melegakan kerongkongan, dan sebagai pengharum ruangan. Bagi orang Eropa, rempah juga dijadikan sebagai penyedap masakan, pengobatan, dan wewangian. Bahkan di Mesir Kuni, rempah (lada) digunakan sebagai bahan pembalseman atau pengawetan mayat.
Pada awalnya, tempat penghasil rempah dirahasiakan, sehingga nilai jualnya sangat tinggi. Disamping itu, rempah diperoleh melalui jalan darat yang cukup sulit dan berbahaya. Hal ini kemudian membuat berbagai negara mencari daerah penghasil rempah melalui jalur laut. Tidak lain untuk memperoleh keutungan, baik dari sisi material dan manfaatnya bagi kehidupan.

 

*artikel tentang rempah telah dipublikasikan pada Pameran Jalur Rempah di Negeri Para Raja (Makassar, Oktober 2018)

Judul artikel selanjutnya: Kota Perdagangan Nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR