Bangunan ala Indische Empire

0
327

Rumah Tinggia, begitulah bangunan ini dikenal oleh sebagian masyarakat Soppeng. Namun, bangsa Belanda menamainya dengan Villa Yuliana. Yuliana merupakan nama seorang Putri Belanda pada saat Villa ini dibangun. Villa Yuliana dibangun pada tahun 1905 di bawah kepemimpinan C. A. Krosen selaku Gubernur Pemerintah Hindia Belanda. 

Mencatumkan nama Yuliana pada bangunan ini disebabkan beberapa pendapat. pertama mengatakan bahwa bangunan ini merupakan simbol penyerahan kekuasaan dari Kerajaan Soppeng ke Pemerintah Hindia Belanda, sebuah hadiah dari Ratu Wilhelmina beberapa saat setelah kelahiran putrinya, Putri Yuliana.

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa awalnya Villa ini diperuntukkan untuk Yuliana yang akan berkunjung, namun dikarenakan faktor keamanan, Ratu Yuliana membatalkan kunjungannya. Saat itu terjadi pemberontakan di beberapa daerah di Indonesia. Pendapat lain mengatakan bahwa tempat ini juga dinamakan Villa Yuliana sebagai bentuk pengabdian orang Belanda di Hindia kepada Ratunya.

Sejak dibangun, Villa ini memiliki sejarah panjang, awalnya berfungsi sebagai Markas Pemerintah Hindia Belanda. Saat ini, Villa Yuliana difungsikan sebagai Museum Latemmamala yang dibuka untuk umum sejak tahun 2008.

 

*tulisan ini telah dipublikasikan pada Pameran Misteri Lembah Walennae, di Halaman Villa Yuliana, Kabupaten Soppeng, Agustus 2019

TINGGALKAN KOMENTAR