Apakah Pelestarian Cagar Budaya itu?

0
657

logo-cagar-budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan memiliki tugas dalam melakukan pelestarian Cagar Budaya. Apakah Pelestarian Cagar Budaya itu?

Pelestarian Cagar Budaya dalam Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Pelestarian Cagar Budaya pada masa yang akan datang menyesuaikan dengan paradigma baru yang berorientasi pada pengelolaan kawasan, peran serta masyarakat, desentralisasi pemerintahan, perkembangan, serta tuntutan dan kebutuhan hukum dalam masyarakat. Hal ini menjadi tantangan bagi pengelola Cagar Budaya untuk tetap melestarikan Cagar Budaya namun juga memperhatikan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pemanfaatannya.

Definisi Pemanfaatan menurut Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya adalah pendayagunaan Cagar Budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap memperhatikan kelestariannya. Dengan demikian, untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam mengelola Cagar Budaya, dibutuhkan sistem manajerial perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik berkaitan dengan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Cagar Budaya sebagai sumber daya budaya bagi kepentingan yang luas.

Pedoman Pemanfaatan Cagar Budaya membagi jenis-jenis pemanfaatan yaitu pemanfaatan untuk kepentingan agama; sosial; pendidikan; ilmu pengetahuan dan teknologi; kebudayaan; dan pariwisata. Namun pemanfataan-pemanfaatan dalam bentuk sosial dan pariwisata hanya dapat dilakukan pada zona penyangga, pengembangan dan penunjang. Sedangkan, untuk pemanfaatan agama, pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan di semua zona dengan tetap memperhatikan kelestarian situs.

TINGGALKAN KOMENTAR