Temuan Arkeologis di Candi Laras

0
600

Candi Laras terletak di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Temuan lepas di Candi Laras yang berasal dari sekitar Situs yang sekarang terselamatkan dan disimpan aman di Museum Provinsi Kalimantan Selatan Lambung Mangkurat. Temuan tersebut adalah: Arca Babi yang terbuat dari batu alam yang secara kebetulan memiliki bentuk mengarah pada imajinasi hewan babi. Pada pertengahan abad 19 M Ketika Muller mengunjungi Situs Candi Laras juga sempat menjumpai batu alam tersebut. Arca Budha Dipangkara, yang terbuta dari bahan perunggu berukuran panjang 21 cm dengan lebar 8 cm. Kondisi arca tidak utuh dengan kedua lengan bawah hilang. Arca digambarkan berdiri dalam sikap samabhangga (kaki tegak), kedua tangan tampak diangkat kedepan dan tidak diketahui sikap sebenarnya namun diperkirakan bersikap abhayamudra dengan tangan kiri memegang jubah. Jubah tokoh Budha Dipangkaran dilukiskan tipis terselampir menutupi bahu kiri dan terjuntai hingga menutupi lengan kiri. Rambut dilukiskan ikat membentuk ushnisa. Di tengah dahi samar-samar nampak urna. Wajah tokoh ini digambarkan tenang dengan mata tertutup dengan hidung relatif panjang, bibir seperti tersenyum lebar dan telinga sedikit panjang. Tinggalan ini ditemukan secara tidak sengaja di sebuah pematang Hanau, tepatnya di jalan Desa Baringin tidak jauh dari sungai Tambingkarang, sekitar 700 meter sebelah tenggara Candi Laras. Dari ikonografi arca diperkirakan berasal dari abad 7-9 M sebagai perwujudan Budha Dipangkara. Tokoh Dipangkaran ini berasal dari manusia Budha (calon Budha) yang dalam mitologi dipercaya sebagai dewa penerang atau penyelamat para pelaut. Manusia Budha dikenal dalam aliran lamaisme sebagai bentuk perkembangan dari Budha Mahayana di Tibet. Batu bertulis berupa batu kali berwarna hitam dalam kondisi yang tidak utuh lagi. Permukaan batu banyak berlubang akibat korosi dan yang tertinggal hanya sebagian. Inskripsi pada batu ini ditulis dalam aksara palawa dengan menggunakan bahasa sangsekerta berupa satu baris tulisan yang berbunyi jaya siddha (huruf ja sudah terpotong yang nampak hanya tiga garis horizontal). Jayasiddhayatra yang artinya perjalanan ziarah untuk memperoleh berkah. Selain itu, di sekitar situs juga ditemukan cincin, guci, dan mangkuk.

berikut artikel yang berkaitan dengan Situs Candi Laras : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/usia-candi-laras/

TINGGALKAN KOMENTAR