STUDI PENGEMBANGAN TEPIAN TEWET : Dari Samarinda, Sangata Hingga Hambur Batu

        Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda wilayah kerja Kalimantan, melakukan studi pengembangan di untuk kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat daerah Tepian Tewet Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan 13 hari mulai dari tanggal 7 april 2015 hingga tanggal 19 april 2015. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemetaan dan inventerisasi potensi yang ada. Hasil kegiatan ini diharapkan memberikan data awal guna pengembangan berkelanjutan.

          Tim kegiatan yang diketuai Bayu Cahyoadi Fernado, SS dari BPCB samarinda ini dilengkapi dengan 8 orang anggota tim termasuk 3 orang tenaga ahli diantaranya. Dalam susunan tim ini terdapat Stevanus reawaru, SS (arkeolog BPCB Samarinda), Hisen Mega Sarwanto, S.Hut (BPCB Samarinda), Dwi Yusni, ST (BPCB Samarinda), Rubianta (BPCB Samarinda), Abdurahman (BPCB Samarinda). Tenaga ahli tersebut adalah Yosafat Winarto, ST, MT (akademisi arsitek UNS), Gunawan (senior penggambaran BPCB Jawa Tengah) dan Murjiono (senior pemetaan BPCB Jawa Tengah).

          Perjalanan dari Samarinda menuju Hambur Batu membutuhkan waktu tempuh selama 9 jam. Perjalanan dimulai dari kantor BPCB samarinda pada tanggal 8 april 2015 pada pukul 12 siang menuju Sangata. Tiba di Sangata telah mendekati magrib kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Desa Hambur Batu, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Perjalanan ini menggunakan 2 mini bus dan 1 mobil pick up guna mengangkut alat serta kebutuhan logistik. Setelah sampai tim belum bisa istirahat karena masih harus mempersiapkan kegiatan besok yaitu pemetaan desa Hambur Batu. (Red : Hisen Mega Sarwanto_BPCB Samarinda)