Rakaian kegiatan monitoring dan evaluasi keterawatan cagar budaya pada Situs Tinggalan PD II di Kota Tarakan, Kalimantan Utara baik verbal maupun piktorial dilakukan pada tanggal 30 Januari 2017 hingga 8 Februari 2017. Tim yang terlibat pada kegiatan ini terdiri dari Eva Rusdiana, S.E (Ka. Sub Unit Perencanaan), Muhammad Noor Sapariansyah, S.T (Ka. Sub Unit Umum), Sorayah, A.Md (Staf Unit Pemeliharaan), Syamsudin (Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan) dan Edy Saputra (Tenaga Penggambar). Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memperoleh data detail mengenai keterawatan dan kerusakan cagar budaya sebagai bahan pengambilan keputusan dan langkah pelestarian selanjutnya di Situs Tinggalan Perang Dunia II di Kota Tarakan.

Koordinasi dengan Kabid Kebudayaan (Bp. Drs. Syamsudin) dan Kasi Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman (Bp. Suwandi, S.E), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan

Kegiatan dimulai dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Bapak H. M. Ilham Nor) beserta Kabid Kebudayaan (Bapak Syamsudin) dan Kasi Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman (Bapak Suwandi) berupa penyampaian maksud kegiatan yaitu melakukan monitoring dan evaluasi keterawatan situs tinggalan PD II di Kota Tarakan selama 10 hari. Hasil monev tersebut akan ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan pada fisik bangunan.

Koordinasi dengan Kepala Dinas (Bp. Drs. H. M. Ilham Nor) dan Kabid Kebudayaan (Bp. Drs. Syamsudin), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan

Setelah melakukan koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan identifikasi kerusakan, pengukuran dan pendokumentasian. Survey dilakukan bersama dengan Kabid Kebudayaan; Kasi Sejarah, Cagar Budaya dan Permuseuman, serta dua orang staf. Situs yang disurvey adalah:

  • Bunker Ladang di jalan Pulau Halmahera (belakang Kantor Kesbangpol), Kampung Satu, Tarakan Tengah.
Peninjauan Bunker Ladang di jalan Pulau Halmahera (belakang Kantor Kesbangpol), Kampung Satu
Peninjauan Bunker Ladang
  • Bunker di kompleks RSUD Tarakan, Jl. Pulau Sumatera, Kampung Satu, Tarakan Tengah.
Peninjauan Bunker di belakang RSUD Tarakan
  • Looghraf 1 di eks Pemukiman BPM (belakang SDN 009) di jalan Flores, Kampung Satu, Tarakan Tengah.
Peninjauan ke Looghraf
Looghraf
  • Looghraf 2 di eks Pemukiman BPM (Kampung I)
  • Pillbox di area MAF, Kawasan Bandara Juwata, Tarakan Barat.
Pillbox Stelling
  • Pillbox di area Kargo Bandara Juwata, Tarakan Barat
Pillbox Stelling
  • Situs Tanjung Pasir, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Cagar Budaya yang terdapat di tempat ini adalah bangunan Gardu Listrik/Bunker dan Pillbox Stelling.
Gardu Listrik/Bungker
  • Situs Juata Laut, Tarakan Utara berupa Bunker/Gardu Listrik, Bunker/Gudang Logistik dan Bunker/Pos Komando.
Penggambaran sketsa Gudang Logistik

Berdasarkan hasil survey lapangan, serta hasil konsultasi dengan Bapak Abdul Salam, S.S, M.Si (Arkeolog) di Dinas Pariwisata Kota Tarakan dan konsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum mengenai analisis biaya dan rencana anggaran biaya, maka dibuat rekomendasi penanganan terhadap beberapa situs. Situs yang akan dilakukan identifikasi kerusakan, hingga rekomendasi penanganan adalah Situs Juata Laut dan Kampung Satu. Pada situs tersebut terdapat kerusakan berupa tumbuhnya lumut dan alga pada permukaan bangunan sebanyak + 99 %. Tumbuhnya lumut dan alga tersebut disebabkan oleh kondisi yang lembab dan banyaknya pepohonan tinggi dan bertajuk besar.

TINGGALKAN KOMENTAR