Menyuarakan Warisan Alam Indonesia untuk Kelestarian Dunia

0
1030

Trilogi Penjelajahan Tebing Karst Sangkulirang Mangkalihat 2016
Menyuarakan Warisan Alam Indonesia untuk Kelestarian Dunia

Jika Wanadri giat berekspedisi, maka Wanadri akan ikut andil memberikan sumbangan data, pengetahuan baru, dan sekaligus melahirkan banyak pribadi yang berani dan orisinal. Sehingga bila Wanadri giat berekspedisi, maka suatu saat nanti akan ada karakter-karakter nasional yang bergaya Wanadri, Wanadri yang tak canggung akan perubahan dan tangguh menghadapi perubahan (Pindi Setiawan).

Lalu muncul pertanyaan buat kami, Anggota Muda Wanadri Topan Rimba – Puspa Rawa. Ekspedisi seperti apa yang kami mau? Tentu saja, kami memilih Wanadri yang berekspedisi, Wanadri yang berani dan mampu memberikan sumbangsih data, pengetahuan baru, inovatif, dan pribadi yang tangguh mengahadapi perubahan.

Untuk itu, kami Angkatan Muda Wanadri Topan Rimba-Puspa Rawa (AMW Toba Para) memilih melakukan ekspedisi. Dari berbagai pilihan dan lika-liku pertimbangan, kami berkespedisi dalam dua bentuk kegiatan, yaitu Ekspedisi Pengarungan Sungai Salu Uro di Mamuju, Sulawesi Barat dan Ekspedisi Pemanjatan Tebing Kulat di Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur.

Khusus untuk Ekspedisi Tebing, ini merupakan ekspedisi pemanjatan di kawasan yang sama oleh tiga angkatan termuda Wanadri. Tebing Tondoyan tahun 2012 oleh angkatan Tapak Rawa-Asoka Rimba, dan Tebing Ilas Merah tahun 2014 oleh Angkatan Elang Kabut-Cantigi. Lalu kami angkatan Topan Rimba-Puspa Rawa akan melakukan pemanjatan rintisan tebing Kulat pada bulan Mei 2016 nanti.

Kawasan Karst Sangkurilang Mangkalihat menyimpan potensi yang sangat besar, seperti batu kapur, lahan yang cocok untuk perkebunan sawit, tambang batubara, sarang burung walet, pusaka budaya Suku Dayak Basap berupa lukisan tangan prasejarah di goa-goa karst, dan juga yang paling penting, kawasan karst merupakan tangki air utama bagi sungai-sungai besar di Kalimantan Timur, yaitu Sungai Bengalon, Karangan, dan Muara Bulan.

Dengan melengkapi ekspedisi pemanjatan yang sudah dilakukan oleh angkatan Tapak Rawa-Asoka Rimba dan Elang Kabut sebelumnya, maka pada ekspedisi ketiga kalinya ini, kami akan membuka jalur pemanjatan di tebing Kulat demi aktualisasi diri dan menambah referensi dan data tebing di Karst Sangkurilang Mangkalihat, khususnya di Tebing Kulat. Dari data-data dan catatan perjalanan tiga ekspedisi ini, kami akan menyuarakan bahwa kawasan Karst Sangkulirang memiliki potensi yang sangat besar di sektor budaya, ekowisata, dan petualangan minat khusus seperti pemanjatan tebing. Jadi kawasan karst tidak melulu dijadikan industri semen dan perkebunan sawit.

Untuk penambahan data, kami juga berencana melakukan pemetaan goa-goa vertikal di sekitar Desa Merabu, Kec. Kelay, Kab Berau, Kalimantan Timur, desa yang berbatasan langsung dengan kawasan karst. Untuk pemetaan potensi ini bekerjasama dengan ISS (Indonesian Speleology Society). Pemetaan dilakukan untuk melengkapi peta goa yang belum ada. Padahal peta goa sangat diperlukan oleh para ilmuwan yang meneliti di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat.

Hasil dari perjalanan ekspedisi ini akan kami publikasikan dalam bentuk klaporan ekspedisi, foto dan video dokumenter, pameran, dan pembuatan buku “Kompilasi Perjelajahan Tebing Karst Sangkulirang Mangkalihat”.

Demi terwujudnya ekspedisi, kami telah melakukan berbagai persiapan, seperti pengajuan proposal ekspedisi ke Dewan Pengurus XXIV Wanadri,   melakukan diklat 1 di Tebing Citatah pada tanggal 17-20 Desember 2015 lalu, dan pencarian dana usaha. Dalam berekspedisi, kami tidak akan mampu mewujudkannya sendirian saja. Kami butuh bantuan akang-teteh saudaraku semuanya, baik dalam bentuk moral maupun material. Serta mohon doanya semoga ekspedisi yang kami lakukan ini berjalan dengan lancar dan mampu memberikan sumbangsih bagi Nusa dan Bangsa.

 

Data Teknis Tebing Kulat

  • Waktu Pemanjatan : 17 Mei – 26 Juni 2016 (18 hari operasi lapangan)
  • Tinggi Pemanjatan : 375 meter (9 Pitch jalur utama dan 4 pitch jalur dokumentasi)
  • Jumlah Atlit : 6 orang Laki-laki dan 5 Perempuan
  • Tim Pendukung : 5 orang
  • Desa Terakhir : Desa Merabu, Kec. Kelay, Kab. Berau, Kalimantan Timur
logo ekspedisi

Ekspedisi Karst Sangkulirang-Mangkalihat

 

diklat 1

Diklat 1 – Tebing Citatah

 

diklat 1 tim wanita

Diklat 1 Tim Wanita

 

diklat 1

Diklat 1 – Tebing Citatah

 

ekspedisi tondoyan

Persiapan – Ekspedisi Tondoyan

 

Tim Eksedisi Tondoyan

Tim Eksedisi Tondoyan

 

Ekspedisi Tondoyan

Ekspedisi Tondoyan

 

Ekspedisi Tondoyan

Ekspedisi Tondoyan

 

Ekspedisi Tondoyan

Ekspedisi Tondoyan

 

Ekspedisi Tondoyan

Ekspedisi Tondoyan

 

Sumber : Anggota Muda Wanadri – Topan Rimba, Puspa Rawa (Tim Ekspedisi Karst Sangkulirang-Mangkulihat: AF)

 

Source : http://wanadri.or.id/home/2015/12/menyuarakan-warisan-alam-indonesia-untuk-kelestarian-dunia/

TINGGALKAN KOMENTAR