Kompleks Makam keramat Tujuh

0
3702

16   Kompleks Makam keramat Tujuh secara administatif terletak di Jl. Pangeran Kesumajaya, Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Provinsi Kalimatan Barat. Secara astromonis berada pada 1° 51’ 1.40” LS dan 109° 59’ 35.27” BT.  Lokasi kompleks berada di areal kompleks kuburan muslim yang mempunyai luas lahan 3.493,5 m2, terdiri atas dua bangunan bercungkup, bangunan yang pertama mempunyai 5 makam dan banguan yang kedua mempunyai dua makam berikut penjabarannya

  • Bangunan pertama bercukup utama

17Bangunan pertama berupa cungkup utama merupakan bangunan inti makam keramat Tujuh. Mempunyai panjang bangunan 30 m dan lebar 8 m. didalam bangunan tersebut terdapat lima makam yang ditandai dengan nisan utara dan selatan dengan ukuran yang bervariasi, tetapi makam yang ada tidak memiliki jirat.

No Makam Bentuk Nisan Ukuran Nisan (cm) Ragam Hias Bahan
Panjang Lebar Tebal Nisan Utara Nisan Selatan
Makam 1 pipih Hiasan Kaligrafi “kullu nafsin dzaaikotulmaut Inskripsi aksara jawa kuno berangka tahun 1263 caka atau 1441 M Batu Andesit
Makam 2 pipih polos Polos Batu Andesit
Makam 3 Pipih Hiasan Kaligrafi “kullu nafsin dzaaikotulmaut Inskripsi aksara jawa kuno berangka tahun 1359 caka atau 1437 M Batu Andesit
Makam 4 Pipih bertingkat Lima polos Polos Batu Andesit
Makam 5 Pipih Sulur dan bunga teratai Polos Batu Andesit

1920

  • Bangunan Kedua Bercukup

Bangunan kedua bercungkup berada disebelah barat daya dari bangunan cungkup utama. Mempunyai panjang bangunan 8 m dan lebar 6 m, yang didalamnya terdapat 2 makam yang tidak mempunyai jirat dan hanya ditandai dari nisan yang ada.

No Makam Bentuk Nisan Ragam Hias Bahan Nisan
Nisan Utara Nisan Selatan
Makam 1 Pipih, nisan utara  berbentuk kurawal Gerometris Berangka tahun 1365 Batu Andesit
Makam 2 Pipih Polos Polos Batu Andesit

 

18Peradaban islam di Ketapang dapat diketahui dari beberapa tinggalan arkeologis. Unsur-unsur pemukiman yang masih dapat terlacakyaitu berupa peninggalan makam dengan berbagai bentuk nisan serta inskripsi yang menyertai. Bukti arkeologis di Ketapang mengindikasikan bahwa Islam sudah berkembang pada abad ke-14 dengan bukti tertulisnya inskripsi jawa kuno pada nisan dengan angka tahun 1437.