You are currently viewing Bide Sebagai Sarana dalam Upacara Ritual Naik Dango

Bide Sebagai Sarana dalam Upacara Ritual Naik Dango

Bide merupakan bagian dari perlengkapan atau sarana yang digunakan dalam upacara ritual adat suku Dayak Kanayatn, tikar Bide mampu memberi kepuasan spiritual atau emosional lewat penampilan yang indah dan artistik.

Bide sebagai karya seni yang memiliki fungsi ritual berhubungan dengan berbagai macam kepercayaan masyarakat tentang Jubata (Tuhan), roh para leluhur, dan alam gaib. Bide digunakan sebagai alas tempat duduk imam adat dalam ritual Nyangahatn yaitu pembacaan doa atau melantunkan matra-mantra yang dipimpin oleh seorang panyangahatn. Bentuk ritual tersebut sebagai simbolis dari kebutuhan primer manusia, yang merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai ungkapan syukur masyarakat Dayak Kanayatn terhadap Jubata atas hasil panen padi yang telah mereka peroleh. Ritual Naik Dango merupakan ritual tahunan yang dilakukan masyarakat Dayak Kanayatn secara turun temurun dan dilaksanakan setahun sekali.   

Mengenali Bide sebagai simbol adanya suatu upacara ritul adat Naik Dango, masyarakat Dayak Kanayatn menggunakan Bide sebagai sarana dalam upacara Bahaupm, Ngampar Bide, dan ritual Nyangahatn dalam prosesi ritual Naik Dango. Masyarakat Dayak Kanayatn meyakini bahwa Bide adalah benda sakral yang merupakan properti vital dalam upacara adat Naik Dango, sebagai nilai peradaban dari hasil kebudayaan. Simbol dalam kehidupan masyarakat Dayak Kanayatn memiliki kekuatan dan kebenaran. Dalam makna tertentu, simbol acap kali memiliki makna mendalam, yaitu suatu konsep yang paling bernilai dalam kehidupan suatu masyarakat (Triguna, 2000:7). Simbol dalam adat Dayak Kanayatn untuk menyatakan identitas, ciri khas orang Dayak, tujuan penggunaannya adalah untuk menandakan suatu acara yang akan dilaksanakan, suatu bentuk yang mempunyai arti, sesuatu yang terjadi di tempat tersebut. Pelaksanaan ritual Naik Dango terbagai dalam tiga tahap, yaitu Bahaupm, ritual Ngampar Bide dan ritual Nyangahatn.

SUMBER: Dodo, FUNGSI DAN MAKNA BIDE DALAM DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DAYAK KANAYATN DI KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT dalam Kundungga Volume 7 Tahun 2018.

Leave a Reply