Meriam II Taman Nasional Alas Purwo

0
986

Meriam berada pada posisi arah utara-selatan dengan kondisi masih terpasang pada roda yang sudah terlepas dari porosnya. Roda dalam keadaan miring ke kiri (arah barat). Ujung utara meriam sudah patah, sedangkan pada bagian pangkal meriam terdapat tulisan yang menunjukkan ukuran berat yaitu 4918 kg. Selain itu juga terdapat tulisan FRIED KRUPP ESSEN 1900. Lokasi meriam jepang II berada di sisi selatan tenggara yang berjarak ± 700 m dengan lokasi meriam jepang I

Meriam disebut juga dengan kanon yaitu sejenis artileri yang umumnya berbentuk tabung dalam ukuran yang besar. Dalam penggunaannya biasanya menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lainnya untuk menembakkan proyektil. Meriam memiliki beberapa ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak dan daya tembak. Meriam pertama kali digunakan di Tiongkok, untuk meriam genggam pertama kali di Timur Tengah. Selain itu di Eropa juga menggunakan meriam dalam berbagai pertempuran. Meriam dianggap sebagai senjata standar perang paling efektif dalam menghadapi musuh karena jangkauannya dan efek pemusnah yang besar sehingga digunakan terhadap infanteri dan bangunan.

Dalam perkembangannya muncul laras melingkar sehingga tingkat keakuratan meriam menjadi semakin tinggi khususnya terhadap infanteri. Setelah abad pertengahan, meriam berukuran besar mulai ditinggalkan dan digantikan dengan meriam ringan yang lebih banyak dan mudah untuk digerakkan.Seiring berkembangnnya penggunaan meriam di medan pertempuran, muncul pula benteng dan Bunker pertahanan untuk menahan serangan dari meriam musuh. Hal ini sesuai dengan sebaran tinggalan arkeologi yang ada di kawasan Alas Purwo khususnya Resort Sembulungan yaitu selain ditemukannya banyak Bunker juga ditemukan meriam sebagai alat standar perang di medan pertempuran. (Lap.Inv.ODCB Kab.Banyuwangi,2018)