Konservasi Keramik Berkarang

0
143

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur memiliki sejumlah koleksi keramik temuan bawah air yang saat ini dipamerkan di Unit Pengelolaan Informasi Majapahit. Sebagian besar permukaan keramik tersebut terdapat karang yang berwarna putih kekuningan dan coklat kemerahan. Untuk memudahkan pengindentifikasian motif hias dari keramik tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan konservasi. Penanganan karang pada keramik harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak glasir atau bahkan membuat benda tersebut menjadi retak. Metode pembersihan dengan cara mengupas karang menggunakan benda tumpul bukan merupakan solusi yang tepat karena dapat merusak keramik mengingat keramik merupakan benda yang mudah pecah. Perendaman dengan larutan asam pun membutuhkan waktu lama dan seringkali merusak glasir.

Satu metode yang terbukti efektif, efisien, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk membersihkan karang di permukaan keramik adalah metode disolusi menggunakan larutan Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA). Metode ini merupakan hasil penelitian dosen dan mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Maja. Larutan EDTA yang memiliki rumus kimia (HOOCCH2)2N(CH2)N(CH2COOH)2 merupakan asam kompleks yang dapat berfungsi sebagai pengkelat beberapa ion logam. Aplikasi metode disolusi dilakukan dengan cara mengatur konsentrasi, pH, dan suhu larutan EDTA serta waktu perendaman sampel.

Tahap pertama adalah pembuatan larutan EDTA konsentrasi 0,5 M yang diatur pH-nya hingga mencapai nilai 7 selanjutnya suhu larutan dinaikkan sampai 60°C. Sampel keramik dimasukkan ke dalam larutan dan didiamkan selama 30 menit dan diamati perubahannya. Apabila karang masih melekat di permukaan keramik, maka perendaman dilanjutkan sampai seluruh karang terlarut. Berdasarkan hasil penerapan metode di laboratorium BPCB Jawa Timur pada sebelas keramik berkarang menunjukkan bahwa metode disolusi ini berhasil menghilangkan seluruh karang dan mempertahankan glasir di permukaan keramik tersebut. Namun, apabila terdapat tinta di luar glasir maka sebagian tinta tersebut akan terlarut dalam larutan EDTA. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode disolusi merupakan metode yang tepat untuk menghilangkan karang di permukaan sampel keramik tak bertinta di luar glasir. (Ira Fatmawati)

Sebelum dikonservasi
Sesudah dikonservasi

TINGGALKAN KOMENTAR