Mengenal Lebih Dekat Arca Ganesha (Bagian II)

Mengenal Lebih Dekat Arca Ganesha (Bagian II)

Sejak ditemukan seorang petani pada Jumat (27/12/2020) saat mengolah lahan tepatnya di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Arca Ganesha banyak mengundang perhatian masyarakat. Berita tentang penemuan Arca Ganesha yang berukuran cukup besar yaitu dengan tinggi 130 cm dengan lebar 86 cm, dan panjang 120 cm telah banyak ditulis di portal berita dan banyak dibagikan melalui media sosial. Sayangnya kondisi arca ini tidak utuh karena bagian kepalanya tidak ada. Walaupun dengan kondisi tanpa kepala arca ini masih dapat diidentifikasi sebagai Ganesha salah satu tokoh dalam agama Hindu berkepala gajah.

Popularitas Ganesa pada masa Jawa Tengah Kuna dapat ditunjukkan melalui populasi arcanya yang cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat. Tidak hanya itu, juga ditunjukkan pula melalui variasi bahannya. Berdasarkan pengamatan terhadap arca-arca Ganesa yang ditemukan, kiranya dapatlah dikemukakan bahwa Ganesa tidak hanya dipuja dalam kedudukannya sebagai parswadewata dalam candi yang diperuntukkan bagi Siwa. Ganesa juga dipuja secara mandiri, baik sebagai kuladewata maupun sebagai istadewata.

Ganesa dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, kesuburan, dan penghancur segala rintangan. Karenanya ia  dipuja di banyak tempat. Sebagai dewa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, Ganesa dipuja sebagai istadewata oleh banyak orang. Hingga kini, Ganesa pun masih digunakan sebagai simbol dalam kaitannya dengan perannya sebagai dewa Ilmu pengetahuan dan kebijasanaan, misalnya digunakan oleh Institut Teknologi Bandung.  Demikian juga di rumah-rumah, Ganesa dipuja pada saat hendak memulai perjalanan, melakukan bisnis, dan untuk menolak bahaya. Sebagai Penghancur rintangan, Ganesa sering ditempatkan di daerah yang rawan bahaya, misalnya di tempat penyeberangan, di pinggir sungai yang arusnya deras, atau di dekat bendungan. (Sumber Tulisan dan Foto: Buku “Dewa-dewi Masa Klasik” Terbitan BPCB Jateng)

Leave a Reply