Masjid Agung Surakarta

0
37

Masjid dimaknai sebagai tempat umat Islam bertemu, berdoa, dan beribadah secara bersama-sama. Di samping harus luas agar dapat menampung banyak umat, masjid juga diarahkan untuk mengikuti arah kiblat. Sejak masuknya Islam ke Nusantara, masjid menjadi titik utama kehidupan keagamaan pada ibukota kerajaan. Profane. Salah satu masjid bersejarah adalah Masjid Agung Surakarta yang merupakan dari masa pemerintahan Sunan Pakubuwono III (1749-1788). Pada abad-abad berikutnya, masjid ini mengalami beberapa penambahan dan renovasi, terutama pada masa pemerintahan Sunan Pakubowono X.

Sebagai masjid kerajaan, Masjid Agung Surakarta memiliki simbol kasunanan yang dapat dijumpai pada gerbang depan masjid dan bangunan utama yang diberi warna biru, warna khas Kasunanan Surakarta. Gerbang depan masjid yang bergaya Arab merupakan batas area profan dan area sakral. Di belakang gerbang, terdapat dua paviliun terbuka yang digunakan sebagai tempat memainkan gamelan. Gamelan ini dimainkan selama seminggu pada upacara mauludKeberadaan paviliun ini menunjukan bahwa disamping sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat perayaan hari-hari besar umat Islam dan tempat bersidangnya pemuka agama Islam untuk membahas perkara agama.

Bangunan utama masjid terdiri atas serambi dan ruang salat. Serambi depan yang ditambahkan padda tahun 1855 ini memiliki atap berbentuk limasan. Tiang luar serambi terbuat dari bata dan bergaya Yunani. Sementara tiang dalam terbuat dari kayu. Selain sebagai ruang salat tambahan bila ruang salat utama penuh, serambi ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan para pemuka agama Islam untuk membahas perkara-perkara keagamaan. Di belakang serambi, terdapat ruang salat utama. Atap bangunan ini berbentuk atap tumpang dan ditopang oleh 4 tiang utama dan 12 tiang tambahan. Bentuk atap seperti ini merupakan pengaruh dari periode pra-Islam. Di sebelah kanan masjid, terdapat sebuah menara untuk panggilan azan yang dibangun pada tahun 1929.

Tulisan: Lengkong Sanggar Ginaris (mahasiswa magang Pasca Sarjana Arkeologi UGM)

TINGGALKAN KOMENTAR