You are currently viewing Kriya Tulang, Jawa Tengah Sebuah Potret Warisan Budaya

Kriya Tulang, Jawa Tengah Sebuah Potret Warisan Budaya

Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan beberapa buku. salah satu buku yang telah diterbitkan adalah buku berjudul Jawa Tengah Sebuah Potret Warisan Budaya. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (Prof. Sumijati Atmosudira dkk /editor). Mempertimbangkan permintaan dari masyarakat maka buku ini ditampilkan di laman ini.

Jenis tulang yang digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan peralatan adalah tulang – tulang binatang. Pemilihan bahan tulang tersebut tidak hanya menunjukan tingkat penguasan manusia terhadap bahan yang disediakan oleh alam untuk menciptakan sarana hidupnya, tetapi juga menunjukan kearifan manusia dalam menggunakan limbah hasil buruannya, yaitu tulang-tulang bintang.

Pemanfaatan tulang sebagai bahan untuk membuat alat diperkirakan muncul bersamaan dengan kegiatan perburuan. Dalam berburu, aktivitas memecah tulang untuk mendapatkan sumsum sebagai makanan lezat untuk dilakukan. Serpihan atau pecahan tulang yang dihasilkan secara tidak sengaja kemudian dimanfaatkan untuk mengorek sumsum. Melalui pengalaman semacam ini kemudian muncul kesadaran bahwa tulang dapat dimanfaatkan sebagai alat. Jenis tulang yang banyak dipilih untuk membuat alat adalah tulang panjang, misalnya tulang paha (femur), tulang lengan atas (humerus), dan tulang kering (tibia).

Teknologi

Tulang yang dipecah karena diambil sumsumnya akan memiliki bentuk pecahan yang tidak teratur, dan dapat dengan mudah dibedakan dari tulang yang dipecah secara sengaja untuk dibuat alat. Pada kasus yang disebut terakhir, pecahan atau serpihan tulang mempunyai bentuk teratur. Oleh karena itu apabila ditemukan pecahan tulang yang bentuk dan pecahannya teratur, tulang tersebut pantas dicurigai sebagai alat. Dalam kriya tulang, dikenal beberapa teknik pembuatan alat tulang, yakni teknik pecah dan teknik celah (groove and splinters techniques), teknik belah, dan teknik selumbat.

Leave a Reply