BPCB Jateng Tinjau Candi Wurung Purbalingga

0
363

Klaten-BPCBJateng Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah meninjau Candi Wurung hari Selasa (21/01/2020). Reruntuhan batu yang diduga merupakan bagian dari candi ini sebelum ditinjau telah menjadi pemberitaan oleh media massa lokal dan menjadi perbincangan masyarakat sekitar. Untuk memastikan keberadaan reruntuhan batu tersebut maka pihak desa secara aktif melaporkan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan dari pihak desa, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah secara menindaklanjuti dengan menugaskan staf untuk melaksanakan peninjauan. Reruntuhan batu yang diduga dulunya merupakan reruntuhan batu ini terletak di Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Untuk menjapai lokasi petugas harus berjalan kaki selama 1 jam 30 menit karena medan tidak memungkinkan untuk dilalui kenderaan bermotor. Kegiatan peninjauan ke lokasi keberadaan bebatuan cukup menarik perhatian segala unsur masyarakat karena sifat keingintahuan mereka. Banyak masyarakat yang menemani tim untuk menuju ke lokasi.

Berdasar hasil peninjauan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah dapat disimpulkan sementara bahwa batuan di Desa Ponjen yang disebut sebagai Candi Wurung merupakan fenomena geologis langka yang disebut columnar Joint atau Rekah Tiang. Rekah Tiang biasanya bebentuk seperti tiang segiempat atau segienam. Kesimpulan ini diperkuat dengan tidak adanya jejak-jejak budaya dan terlihatnya gejala proses rekah lurus lain yang ada di sekitar lokasi penemuan. Beberapa batu yang letaknya tidak beraturan disebabkan oleh terjadinya erosi lahan yang dapat mengakibatkan beberapa batu berpindah. Sampai saat ini tim yang dipimpin oleh Muhammad Junawan masih melakukan kajian untuk memperkuat kesimpulan sementara hasil peninjauan.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR