You are currently viewing BPCB Jateng Ikuti Rapat Integrasi Komunikasi Secara Daring

BPCB Jateng Ikuti Rapat Integrasi Komunikasi Secara Daring

Klaten-BPCB Jateng Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah Jumat (22/05/2020) mengikuti rapat integrasi komunikasi Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui aplikasi daring, Zoom. Rapat yang dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh Kepala BPCB Jawa Tengah, Sukronedi, S.Si.,M.A. dan didampingi oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha dan dua staf Pemanfaatan, Pengembangan dan Publikasi. Rapat juga diikuti seluruh UPT dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan seluruh INdonesia

Pertemuan ini merupakan tindaklanjut atas arahan Direktur Jenderal Kebudayaan sebagai usaha konsolidasi dan menentukan strategi bersama di bidang komunikasi kepada masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Menurut, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, komunikasi yang telah dilakukan selama ini masih terkesan sendiri-sendiri dan perlu dirancang kerangka strateginya untuk itu seluruh UPT Direktorat Kebudayaan perlu dikumpulkan. Beliau menambahkan Mekanisme perlu dibentuk untuk bisa melakukan komunikasi yang baik dan efektif.

Rapat diawali dengan pemaparan data aset media komunikasi yang dipunyai seluruh UPT dan Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan beserta data analitiknya. Aset komunikasi dan data analitik ini juga dibuat perbandingannya dengan kanal komunikasi lain sehingga dapat menjadi tolak ukur evaluasi. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh langsung oleh Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Sri Hartini. Kesimpulan dari rapat daring ini adalah :

  1. Perlu diagendakan pertemuan berikutnya untuk membahas bentuk komunikasi
  2. Perlu target yang jelas saat melaksanakan komunikasi kepada publik (misalnya dalah hal jumlah pengikut)
  3. Perlu dibuat tolak ukur berkaitan dampak kepada masyarakat
  4. Semua hal-hal yang dikomunikasikan harus sesuai dengan nilai yang tertuang dalam nilai yang tertuang pada UU terkait (UU Cagar Budaya dan UU Pemajuan Kebudayaan) dan nilai pada strategi kebudayaan.

Leave a Reply