Bangunan Pabrik Gula Cepiring

0
438

Kelompok bangunan pabrik merupakan sekelompok bangunan besar yang menjadi satu kesatuan. Ada 3 buah bangunan dimana salah satu bangunan tersebut merupakan pabrik yang pertama kali dibangun berdasarkan sumber tertulis 1835. Bangunan pabrik menghadap selatan. Facade bangunan terdapat pintu masukberupa pintu gerbang yang dibuat agak maju dan menjorok ke depan. Di dalam istilah arsitektur pintu gerbang semacam ini disebut porch. Di atas pintu gerbang terdapat tympanum berbentuk segitiga dan garis-garis vertikal. Pintu gerbang tersebut berbentuk plengkung atau setengah lingkaran, yang merupakan gaya arsitektur Klasik Romawi Eropa.

Bangunan pabrik berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan mesin dan peralatan atau dinamakan stasiun instalasi penggilingan tebu. Selain itu di bangunan pabrik ini juga untuk menempatkan cerobong asap berbentuk bulat. Tinggi cerobong sekitar 20 meter, bagian dasar berbentuk bujur sangkar, dibuat dari bata berlepa.

Atap bangunan pabrik dibagi menjadi dua atap, pertama atap berdenah empat persegi panjang dan atap kedua berdenah empat persegi panjang. Kedua atap tersebut berupa atap monitor (monitor roof), yakni terdiri dari dua bidang miring, namun dua bidang tersebut terpisah tidak terhubung pada satu titik, disntara dua bidang miring tersebut terdapat celah atau rongga, dan di atas celah ditutup dengan bubungan.

Secara garis besar, pabrik memiliki 3 bangunan utama yang berukuran besar. Keseluruhan bangunan dan material bangunan pabrik masih asli, demikian juga dengan interior di dalamnya, termasuk mesin produksi. Konstruksi utama atap terbuat dari baja. Bangunan pabrik utama memiliki pintu masuk berupa pintu gerbang yang dibuat agak maju/menjorok ke depan yang  lazim disebut porch.Pada bagian atas bangunan terdapat tympanium berbentuk segitiga dan garis-garis vertikal. Pintu gerbnag berbentuk lengkung atau setengah lingkaran, yang merupakan gaya arsitektur Klasik Romawi. Di sebelah kanan dan kiri porch terdapst 4 buah pilaster berbentuk bulat, 2 di kanan dan 2 di kiri.

Pabrik tidak memiliki jendela, tembok polos, namun memiliki ventilasi atau lubang udara berbentuk persegi panjang.

Lokasi pabrik lebih kurang 5 hektar.

Adapun bangunan pabrik dan fasilitasnya meliputi:

  1. pabrik utama
  2. bangunan listrik
  3. Bangunan ketel batubara
  4. gudang Bahan Bakar Minyak dan Gudang Sparepart

Hampir keseluruhan bangunan pabrik memiliki konstruksi baja bentang lebar dan atap yang terbuat dari seng tebal. Luas emplasemen pabrik Gula Cepiring adalah sekitar 23 hektar.

Selanjutnya dalam kerangka pikiran arkeologi, emplasemen PG Cepiring tersebut dikategorikan sebagai situs arkeologi industri. Denah emplasemen PG Cepiring berbentuk empat persegi panjang tidak simetris membujur ke arah utara-selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR