Penambangan timah dari luar Bangka tak hanya menggali mencari timah. Mereka juga membangun dan mengembangkan hunian penambang menjadi sebuah kota. Pertumbuhan kota0kota di pulau Bangka dapat dikatakan merupakan perkembangan dari pusat-pusat pengalian timah atau pangkal yang didirikan semasa kesultanan Palembang. Pangkal-pangkal itu terdapat di Belinyu, Bandul, Biyat, Bunut, Rambat, Sungaibuluh, Tempilang, Layang, Sungailiat, Cengal, Pangkalpinang, Toboali, Ulim, Bangka Kota, Kota Waringin dan Koba. Sejalan dengan maraknya eksplorasi timah hampir di seluruh wilayah pulau Bangka, pangkal-pangkal tadi berkembang sendiri-sendiri menjadi kota, lengkap dengan komponen-komponennya. Kota berkembang semakin meluas setelah digunankannya mesin uap sebagai alat transportasi. Proses pengolahan timah yang awalnya dilakukan di lokasi penambangan, akhirnya berpindah ke lokasi lain. Perubahan proses produis ini mengakibatkan perubahan tata ruang.

Poster ini berjudul “Konsep Hunian dan Tata Ruang: Pertimbangan Geografis-Praktis”, poster ini dirancang dan didesain dalam rangka kegiatan Pameran Cagar Budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi (BPCB Jambi ) pada Pameran Cagar Budaya- Maritim Bangka Belitung, di Gedung Hamidah Kota Pangkalpinang. Kegiatan pameran ini diselenggarakan pada tanggal 23 – 29 Agustus 2017. Pelaksanaan pameran ini merupakan salah satu tugas dan fungsi yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi BPCB Jambi dalam melaksanakan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi kekayaan peninggalan sejarah dan tinggalan cagar budaya bangsa dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air dan memperkuat identitas bangsa.