Kota Palembang, periode kolonial meninggalkan banyak peninggalan berbentuk bangunan. Bangunan kolonial tersebut berupa gedung perkantoran, benteng, monumen, bangunan keagamaan, bangunan rumah tinggal, dan lain-lain. Bangunan kolonial di Kota Palembang terletak di sekitar Benteng Kuto Besak dan Talang Semut. Bangunan yang terletak di sekitar Benteng Kuto Besak merupakan bangunan umum dan gedung perkantoran, sedangkan di Talang Semut merupakan bangunan rumah tinggal.

Salah satu bangunan yang terletak di sekitar Benteng kuto Besak adalah Kompleks Balai Prajurit. Pada jaman penjajahan Belanda, kompleks ini merupakan sebuah balai pertemuan. Bahkan sampai saat ini pun bangunan tersebut tetap digunakan sebagai balai pertemuan yang berada di bawah kepengurusan Kodam II Sriwijaya.

BPCB jambi

Kompleks Balai Prajurit didirikan pada tahun 1928 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada mulanya bangunan ini merupakan sebuah gedung pertemuan yang dikenal dengan nama Societeit atau Rumah Bola atau Balai Pertemuan.

Kompleks Balai Prajurit terletak di sebelah barat Benteng Kuto Besak yang merupakan pusat Kota Palembang, tepatnya di Jalan Sekanak, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang. Berdasarkan keletakan secara astronomis, kompleks bangunan tersebut terletak pada koordinat S 02º59’35.2”  E 104º45’28.9”. Dalam kegiatan Registrasi yang telah dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi pada tahun  2011, bangunan ini didaftarkan dalam no register SML/PLB-06/2011.

BPCB jambi

Kompleks bangunan ini terletak di tengah-tengah bangunan perkantoran dan perumahan penduduk dengan batas-batas sebagai berikut, sebelah utara berbatasan dengan Kantor DPRD Kota Palembang, sebelah selatan berbatasan dengan Balai Pertemuan yang sekarang digunakan sebagai Kantor Dinas Polisi Pamong Praja, sebelah barat berbatasan dengan perumahan penduduk yang dipisahkan oleh Jalan Sekanak, dan sebelah timur berbatasan dengan Benteng Kuto Besak yang dipisahkan oleh Jalan Rumah Bari.

BPCB jambi

Di halaman Kompleks Balai Prajurit yang luasnya ± 3.831,90 meter persegi terdapat 3 buah bangunan yang masing-masing berdiri terpisah. Keadaan bangunan-bangunan tersebut masih terawat. Bangunan 1 terletak di sebelah barat daya dan menghadap ke Jalan Sekanak. Bangunan ini merupakan bangunan utama yang digunakan sebagai balai pertemuan. Bangunan 2 berdiri membelakangi bangunan 1, tepatnya terletak di sebelah timur laut dan menghadap ke Jalan Rumah Bari. Dahulu, bangunan tersebut digunakan sebagai gedung pertunjukan (Schouw burg) yang kemudian menjadi Bioskop Luxor. Bangunan 3 juga terletak di sebelah timur laut, berdiri berdampingan dengan bangunan 2, dan menghadap ke Jalan Rumah Bari. Sekarang, bangunan ini digunakan sebagai Kantor Koperasi Persatuan Purnawirawan ABRI (Primkopabri).