Makara Candi Kedaton merupakan artefak terbaru yang pernah ditemukan dalam kurun waktu 1 windu terakhir di Jambi. Penemuan makara ini terjadi saat kegiatan pengupasan menapo dan gundukan candi kedaton sisi utara pada tahun 2011.
Tiga makara ditemukan dalam pengupasan yang kemudian diketahui merupakan gapura utama Candi Kedaton. Pada bagian dalam gapura ditemukan sepasang Makara, kedua makara berdiri disamping anak tangga gapura yang terbuat dari batu pasir. Sementara pada bagian luar gapura hanya ditemukan satu makara dengan kondisi terguling dari kedudukan aslinya.
Makara yang pertamakali ditemukan oleh para pekerja pengupasan adalah makara yang berada di sebelah timur, di sisi selatan gapura (menghadap ke dalam). Saat ditemukan makara ini masih dalam keadaan intak karena posisi kedudukan dari makara masih di atas struktur bata intak sebanyak 4 lapis, hanya sedikit miring ke arah timur. Kondisi dari makara sendiri masih dalam keadaan baik (90% dalam keadaan utuh), makara terbuat dari bahan batuan andesit dengan ukuran makara panjang 115 cm, lebar 59 cm, dan tinggi 125 cm, pada pipi makara ini terdapat dua inskripsi.

ririfahlen/bpcbjambi

Makara sebelah timur di sisi selatan gapura (menghadap ke dalam)

Makara kedua yang kemudian ditemukan berada di sebelah barat yang berada di sisi selatan gapura (menghadap kedalam). Saat ditemukan sama seperti makara yang terdapat disebelah timur, makara ini juga masih dalam keadaan intak karena posisi kedudukan dari makara masih di atas struktur bata intak sebanyak 4 lapis dan dalam posisi yang masih tegak lurus. Kondisi dari makara sendiri masih dalam keadaan baik (95% dalam keadaan utuh), makara terbuat dari bahan batu andesit dengan ukuran makara panjang 130 cm, lebar 65 cm, dan tinggi 125 cm, pada makara ini terdapat inskripsi dalam bahasa jawa kuno.

ririfahlen/bpcbjambi

Makara sebelah barat yang berada di sisi selatan gapura (menghadap kedalam)

Makara ketiga yang ditemukan berada di sisi utara gapura (menghadap keluar). Saat ditemukan, makara ini telah teguling ke arah timur, karena posisi makara ketika pertama kali ditemukan tidak lagi di atas struktur bata. Makara terbuat dari bahan batuan andesit dengan ukuran panjang 115 cm, lebar 59 cm, dan tinggi 125 cm.

ririfahlen/bpcbjambi

Makara di sisi utara gapura (menghadap keluar)

Penemuan Makara pada kegiatan pengupasan di Candi Kedaton tahun 2011 mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Pemberitaan dan perhatian publik bukan hanya dilatarbelakangi oleh penemuan 3 makara. Tetapi bersamaan dengan penemuan makara, juga ditemukan inskripsi (prasasti) pada 2 makara. Penemuan ini tentunya menarik perhatian para ahli dan pemerhati Kawasan Cagar Budaya Muarjambi yang saat itu dalam proses pencanangan sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu oleh Presiden SBY pada Tahun 2011.