Masjid Agung Majalaya

0
1737
Masjid Agung Majalaya

Masjid Agung Majalaya secara administratif berada di Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,  dengan ketinggian 683 m di atas permukaan air laut. Masjid ini di bangun pada masa pemerintahan Belanda yang selain difungsikan sebagai tempat beribadah umat Islam masjid ini juga sering digunakan untuk tempat berkumpul dan bermain anak-anak dimasa pemerintahan Belanda. Di teras masjid ini terdapat kentongan (kohkol) yang diberi nama Gemper Sekaten yang dibuat pada 24 Juni 1941.

Kentongan di dalam Masjid Agung Majalaya
Kentongan di dalam Masjid Agung Majalaya

Bangunan masjid ini mempunyai atap tumpang dengan empat tingkat. Berbeda dengan masjid-masjid yang ada sekarang, atap masjid peninggalan sejarah biasanya beratap tumpang bersusun. Semakin ke atas atapnya semakin kecil.  Pada setiap tingkatan terdapat semacam dinding yang di setiap sisinya mempunyai lubang ventilasi (jendela). Jendela pada atap tingkat kedua berbentuk dasar rata dengan bagian atas yang melengkung, sedangkan jendela pada tingkat ketiga dan keempat berbentuk segi empat dari kaca berjumlah dua baris. Di dalam masjid terdapat empat tiang utama yang menyangga atap tumpang. Ruang utama masjid ditopang oleh empat tiang utama berbentuk bulat dengan diameter sekitar 50 cm. Tiang tersebut mempunyai hiasan profil di bagian bawah dan atas, sedangkan pada bagian badan polos. Pada bagian bawah tiang terdapat umpak berbentuk segi empat berwarna putih berukuran 80 cm x 80 cm x 105 cm.

Ruang utama berukuran 14,70 m x 14,70 m. Pintu masuk ke ruang utama berada di sisi timur, berukuran lebar 1,95 m dan tinggi 2,23 m. Sementara di sisi utara dan selatan terdapat dua pintu masuk lainnya. Pintu masuk ini berbentuk lengkung pada bagian atasnya, yang serupa dengan elemen bangunan masjid di kawasan Timur Tengah. Ruang utama  dikelilingi oleh serambi dengan jendela-jendela pada dindingnya. Ruang mihrab masjid ini cukup unik. Bagian atapnya berbentuk setengah bola, yang terlihat dari bagian yang menonjol luar bangunan. Bagian atap sebelah dalam tersusun dari kayu. Pada dinding mihrab terdapat hiasan dekoratif berbentuk lengkung warna hijau di bagian sudutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR