Keraton dan Pendopo di Provinsi Jawa Barat* (3)

Keraton Kacirebonan

Terletak di Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Keraton Kacirebonan adalah keraton termuda di kota Cirebon. Memiliki bentuk dan susunan yang lebih sederhana dari Keraton Kasepuhan dan Kanoman, yang didirikan pada tahun 1814 oleh Raja Kanoman. Kompleks keraton terdiri dari bangunan induk, paseban, dan langgar. Tahun 1875 dibangun gedung Ijo, dan pada masa pemerintahan Pangeran Partaningrat Raja Madenda III (1915 – 1931) dibangun gedung Pringgowati.

Keraton Kacirebonan menghadap ke utara dengan denah memanjang arah utara – selatan, terdiri atas bangunan induk, paseban, langgar agung, gedung ijo, pringgowati, dan kaputran.

Bangunan induk
Bangunan induk merupakan bangunan inti yang digunakan sebagai tempat tinggal sultan beserta keluarganya. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan, antara lain ruang tidur, ruang kerja sultan, pecira, kamar jimat, prabayaksa, dapur dan teras yang berfungsi sebagai ruang prajurit bila ingin menghadap sultan. Di belakang bangunan induk terdapat bangunan pringgowati yang menghadap ke utara, berdenah persegi panjang, dan terbagi atas tiga ruangan, yaitu ruang tengah, utara, dan selatan. Ruang utara berfungsi untuk menyimpan gamelan, sedangkan ruang tengah dan selatan dipakai untuk keluarga laki-laki sultan.

Paseban
Paseban terdiri atas dua bangunan, yaitu barat dan timur. Kedua bangunan berdenah persegi panjang. Paseban barat menghadap ke timur ditopang oleh 8 tiang luar dan 4 saka guru. Bangunan merupakan bangunan semi terbuka dimana atapnya berbentuk joglo.

Langgar
Terletak di sebelah barat bangunan induk. Antara langgar dan paseban dipisahkan oleh tembok, namun terdapat pintu penghubung berupa pintu gerbang berbentuk gapura paduraksa beratap joglo yang disebut pintu agung. Dari pintu agung lurus ke selatan terdapat tembok pembatas menuju bangunan induk. Untuk memasuki area bangunan induk, terdapat pintu gerbang berbentuk paduraksa.