Braga, salah satu identitas Bandung (2)

0
1823
ruko di Braga
ruko di Braga

Toko Populair berada di sisi timur pada deretan pertokoan yang terletak di Jalan Braga. Arah hadap toko Populair ke barat dimana facade depan bangunan bergaya art deco. Pada dinding luar bagian atas terdapat tulisan KOFFIEHUIS  IJS & SNOEP. Jendela dengan design kaca patri bermotif flora menghiasi dinding bagian atas bangunan tersebut. Pada bagian atap terdapat sopi-sopi atau ventilasi berbentuk jendela krepyak tanpa bukaan, yang berfungsi sebagai lubang angin.

Bagian belakang bangunan Toko Populair telah mengalami penambahan sehingga menjadi bangunan bertingkat. Namun pemilik bangunan berusaha menyelaraskan bentuk bangunan yang baru dengan bangunan lama.

Menyeberangi Jalan Braga, berpindah ke sisi barat, terdapat bangunan kantor Gas Negara nan megah. Design bangunan ini tampak masif dan terkesan formal, karena mungkin dipergunakan sebagai gedung perkantoran. Arsitektur bangunan di sepanjang Jalan Braga ini tampaknya mengusung tema art deco, karena hampir semua bangunan di kawasan ini bergaya arsitektur art deco.

Dinding atas bangunan ini dipenuhi oleh deretan jendela panil kaca dan lubang ventilasi berbentuk persegi. Profil dinding bangunan berupa pilaster yang berfungsi ganda, yakni sebagai aspek estetika sekaligus struktur perkuatan bangunan. Bangunan dicat dengan warna putih, dengan pintu masuk berupa pintu kayu dua daun pintu berukuran besar dan masif, menjadikan bangunan ini terkesan kokoh dan elegan. Lantai bangunan berupa ubin marmer berwarna putih dengan motif bintik-bintik warna coklat muda. Di kawasan ini, tampaknya hanya bangunan ini yang dipergunakan sebagai gedung perkantoran. Adapun bangunan lain difungsikan untuk komersial.

Palazzi, Escobar, Tatarah, dan Toko Buku Djawa merupakan deretan ruko yang berada pada satu bangunan yang saling dipisahkan oleh dinding pembatas. Dengan demikian, gaya arsitektur beberapa ruko tersebut tampak senada. Ruko-ruko tersebut terdiri atas dua lantai, dimana di lantai atas dilengkapi dengan balkon.

Bangunan ini tampaknya memang dipersiapkan untuk bangunan komersial, karena jika dianalogikan dengan bangunan di kawasan pertokoan lama di beberapa kota lama di Indonesia, bangunan ini mempunyai tipe yang sama. Pada umumnya, bangunan tipe ruko seperti ini berfungsi ganda, dimana lantai bawah difungsikan untuk komersial sedangkan lantai atas difungsikan sebagai tempat tinggal.

Landmark atau toko van Dorp terletak di penggalan bagian utara Bragaweg, merupakan salah satu toko dari deretan bangunan pertokoan di Bragaweg yang menggunakan arcade, yaitu suatu konsep perencanaan bangunan pertokoan yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki di sepanjang trotoar di depannya (Katam & Abadi, 2006).  Toko van Dorp dibangun pada tahun 1922, yang merupakan hasil rancangan arsitek Ir. C.P. Wolff Schoemaker dengan gaya Art deco. Seperti halnya bangunan Bank Indonesia, sang arsitek memasukkan unsur lokal pada bangunan van Dorp ini. Ornamen kala ditempatkan di bagian depan bangunan, tepatnya di sisi kanan dan kiri. Meskipun demikian, bangunan ini secara keseluruhan masih berkarakteristik Eropa.

landmark
landmark

Bangunan ini sempat dibiarkan kosong untuk beberapa lama setelah berfungsi sebagai toko buku hingga tahun 1960-an. Pada tahun 1970-an, bangunan ini sempat difungsikan untuk gedung bioskop dan tempat hiburan. Saat ini bekas toko van Dorp ini berfungsi sebagai gedung serbaguna (tempat pameran, pernikahan, dan lain-lain) dan diberi nama Landmark Convention Centre.

Bagaimana? Sudah ada gambaran tentang Bandung dan Braga kan? Tunggu apa lagi, ayo jalan-jalan ke Bandung! Mengunjungi kawasan yang penuh bangunana lama dengan segudang ceritanya tidak kalah menariknya kan? 

 

Referensi:

Handinoto. 2010. Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu.

 Hardjasaputra, A. Sobana. ed. 2000. Sejarah Kota Bandung 1906 1945. Bandung: Pemerintah Kota Bandung.

 Katam, Sudarsono & Lulus Abadi. 2006. Album Bandoeng Tempo Doeloe. Bandung: NavPress Indonesia.