Kawasan Batujaya Resmi Menjadi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional

0
633

Kawasan Batujaya menambah jumlah Cagar Budaya di wilayah kerja BPCB Banten yang ditetapkan menjadi Cagar Budaya tingkat Nasional. Kawasan Cagar Budaya yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Kabupaten Karawang ini telah berkekuatan hukum sebagai Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 76/M/2019 tentang Kawasan Cagar Budaya Batujaya sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Candi Blandongan, Salah Satu Candi di Kawasan Batujaya

Di kawasan seluas 337 Ha ini terdapat dua lapisan budaya, yaitu lapisan budaya prasejarah dan lapisan budaya Hindu-Budha mulai dari abad permulaan era masehi sampai dengan abad ke-7.  Keberadaan dua lapisan budaya ini menunjukan proses transisi dari budaya prasejarah ke masa Hindu-Budha, meskipun secara fungsional tidak mengalami perubahan sebagai tempat suci dan hunian.

Masa prasejarah ditandai dengan ditemukannya rangka manusia dengan bekal kubur yang diperkirakan berasal dari abad ke-1 sampai abad ke-3. Dari kubur prasejarah ditemukan artefak berupa wadah tembikar (lokal dan India Selatan), perhiasan (manik-manik, gelang, anting, cincin), peralatan logam (parang, pisau, dan mata tombak), alat-alat dari tulang dan tanduk, kapak persegi. Selain itu, ditemukan juga batu tegak, batu besar dan batu asahan.

Masa Hindu Budha ditandai dengan percandian terluas di wilayah Jawa Barat dan merupakan situs percandian tertua di Indonesia. Terdapat kurang lebih 20 lokasi percandian. Di lokasi kompleks percandian ditemukan sejumlah artefak abtara lain inskripsi (emas, terakota, dan bata), ornament berupa kepala manusia dan hewan yang terbuat dari stucco, wadah-wadah dan peralatan yang terbuat dari gerabah dan keramik Cina masa Dinasti Tang berusia abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Diperkirakan masih terdapat beberapa bangunan/struktur lain yang diduga Cagar Budaya.

Dengan ditetapkannya Kawasan Batujaya sebagai Kawasan Cagar Budaya tingkat Nasional, maka diharapkan partisipasi setiap stakeholder di Indonesia pada pelestariannya akan semakin meningkat. Mari lestarikan Cagar Budaya Nasional kita, kebanggaan Indonesia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR