Situs Sarkofagus Pangkung Liplip

0
269

Secara administrasi Sarkofagus Pangkung Liplip berada di Banjar Adat Bali Merta, Dusun Pangkung Liplip, Desa Kali Akah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Pada titik koordinat 50 L 0235542, 9078512 UTM, dengan ketinggian 35 Meter Diatas Permukaan Laut.

UtaraDisitus ini terdapat sebuah Sarkofagus yang di letakkan di bagian jaba Pura Giri Kencana. Menurut informasi dari Jro Mangku Komang Kudon Sarkofagus ini ditemukan pada tahun 1969 di areal Pura Giri Kencana saat ini (insitu), saat ditemukan didalam Sarkofagus berikan rangka, bekal kubur berupa keris (saat ini disimpan di Puri Andul), dan sebuah mahkota (hilang) yang menurut informasi telah dicuri dari pelinggih tempat penyimpanan. Selain itu ditemukan juga piring/guci dalam kondisi pecah dan pada saat itu dibawa oleh Balai Arkeologi untuk diteliti (sampai saat ini masih disimpan di Balar Denpasar).

Status kepemilikan, dimiliki oleh masyarakat, dan dikelola oleh masyarakat. Dari informasi di lapangan rangka yang ditemukan didalam Sarkofagus di bakar/kremasi (upacara ngaben) pada tahun 1994 yang dilakukan oleh pihak Puri Andul Negare karena dirasakan adanya suatu ikatan terhadap rangka yang ditemukan. Saat ini Sarkofagus yang didalamnya kosong diletakkan di bagian luar Pura Giri Kencana (jaba tengah), dengan sebuah balai pelindung dari bahan batu kali kombinasi semen, dan keramik untuk bagian bawah, empat buah kayu penyangga di tiap sudut, dan atap menggunakan bahan kayu, dan genteng.

Pada dasarnya bentuk sarkopagus Pangkung Liplip ini memiliki kesamaan bentuk dengan Sarkofagus yang ditemukan di daerah Negara pada umumnya. Ditemukan bagian bawah dan tutup Sarkofagus yang awalnya berkondisi rusak parah, kemudian masyarakat berusaha untuk menggabungkan kembali fgamen-fragmen Sarkofagus dengan perekat semen, dan menggabungkan keduanya menjadisatu bagian yang utuh seperti kondisi saat ini.

Sarkofagus Pangkung Liplip memiliki ukuran panjang: 165 cm, lebar 72 cm, dan tinggi: 115 cm. kondisi sarkofagus saat ini sangat memprihatinkan, sarkofagus direkontruksi menggunakan bahan perekat semen dan pasir. Terdapat tonjolan di sisi Utara dari sarkofagus, pada sisi Selatan tidak terdapat tonjolan karena sudah pecah, dan hilang. Jika dilihat dari warna, bahan dan bentuk sarkofagus antara bagian wadah dengan tutup merupakan sarkofagus yang berbeda. Ada kemungkinan dulu terdapat 2 buah sarkofagus, tetapi saat ini sarkofagus digabung menjadi satu kesatuan oleh masyarakat.