SITUS PURA YEH PULU

0
995

Pura Yeh Pulu adalah situs purbakala yang berada di Desa Bedulu, Kecamatan BlahbatuhGianyar, Provinsi Bali.Yeh Pulu pertama kali ditemukan pada 1925 oleh Punggawa Ubud. Sang penemu kemudian melaporkannya kepada Belanda. Tak lama setelah itu Nieuwendkamp memberitakannya dalam laporan resmi Oudheidkundig Dienst. Dalam laporan tersebut dikabarkan bahwa situs purbakala Yeh Pulu mengalami kerusakan karena terkena air sawah dari atas.

Pura Yeh Pulu dikenal karena adanya relief pada dinding batu yang dipahat dengan cerita tertentu.Kata Yeh Pulu berasal dari kata “Yeh” yang artinya air dan “Pulu” yang artinya gentong yang pada saat ini gentong tersebut nampak diletakkan pada kolam mata air suci yang diperkirakan sudah ada sejak masa lalu.Dari pengertian tersebut jelas bahwasanya keberadaan Pura Yeh Pulu erat kaitannya dengan air. Kolam air suci pada situs ini terletak di depan dinding relief, Yeh Pulu masih mengeluarkan air sampai sekarang. Air dari kolam tersebut dianggap suci dan oleh masyarakat sekitar digunakan untuk keperluan upacara keagamaan.menurut Stutterheim.Relief Yeh Pulu berasal dari abad ke-14 Masehi, bentuk bangunan yang ditampilkan pada relief memiliki kesamaan dengan relief yang ditemukan di Candi Penataran di Jawa Timur.

Situs Yeh Pulu memiliki berbagai relief. Kempers, seorang ahli sejarah menjelaskan bahwa relief-relief tersebut dibaca dari utara ke selatan. Urutannya dari utara ke selatan adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat relief berupa seorang laki-laki berdiri. Tangan kanan laki-laki itu diangkat ke atas sementara telapak tangan kirinya diletakkan pada bagian pinggul.
  2. Terdapat relief berupa seorang perempuan memakai pakaian. Ia berjalan di depan seorang laki-laki yang sedang memikul dua buah periuk. Mereka berjalan menuju sebuah rumah yang pintunya terbuka.
  3. Terdapat relief berupa seorang laki-laki membawa cangkul. Ia berdiri di depan seorang perempuan yang duduk di atas batu. Adapun di sampingnya ada seorang perempuan sedang berdiri dengan posisi membelakangi seorang pertapa. Sang pertapa memakai sorban ikat kepala.
  4. Terdapat relief berupa seorang laki-laki yang sedang menunggang kuda. Di depannya terdapat dua orang laki-laki yang diserang seekor harimau. Tangan kanan salah satu dari mereka digigit harimau dan kakinya berusaha menghalau harimau.
  5. Terdapat relief berupa dua orang laki-laki sedang memikul dua ekor binatang hasil buruan. Di sisi yang lain digambarkan pula seorang perempuan sedang memegangi ekor kuda yang ditunggangi seorang laki-laki.
  6. Relief terakhir menggambarkan sosok Ganesha yang sedang duduk di dalam relung.