Situs Kubur Batu “Solonggodu” dan Lumpang Batu “Kopa Ncuhi”

0
678
  • Inventarisasi : Situs, 3/15-06/STS/11
  • Alamat
    • Desa : Solonggodu
    • Kecamatan : Hu’U
    • Kabupaten : Dompu
    • Provinsi : NTB
  • Luas Lahan : 50 Are
  • Koordinat UTM : 50 L 0654315, 9029673 UTM
  • Batas-batas
    • Utara               : Ladang
    • Timur               : Bukit
    • Selatan            : Bukit
    • Barat               : Ladang
  • Latar Budaya : Tradisi Megalitik
  • Kepemilikan : Masyarakat atau pribadi
  • Pengelola : Masyarakat atau pribadi
  • Deskripsi :

Kesemua kubur batu ini berada di tengah-tengah areal perkebunan milik Bapak Haji. Batu kubur berbentuk bulat datar, dan ada juga yang berisi tonjolan seperti batu gong. tidak jauh dari kubur batu terdapat Batu Keramat / Batu Duduk Raja (Wadu kadera), dan lumpang batu yang digunakan untuk menumbuk padi / gabah, terdapat juga bukit yang di bagian atasnya dibentuk seperti parit-parit yang kemungkinan untuk jalur air hujan, dan bisa juga digunakan untuk menumbuk serta menjemur gabah bentuknya mirip seperti lesung yang panjang. disekitar situs yang masi di daerah perkebunan penduduk ditemukan juga lumpang batu dengan ukuran lubangnya lebih kecil, berjejer pada satu sisi batu besar.

Dari pengamatan dilapangan ada suatu kemungkinan kalau batu kubur, kursi duduk raja, lumpang batu baik yang ditemukan di sekitar perkebunan dan yang diatas bukit, serta parit-parit yang berada di bukit berasal dari satu kebudayaan yang sama, yang berasal dari budaya sebelum masuknya pengaruh luar masuk ke daerah ini.

Situs Solonggodu

Batu berlubang di temukan pada bukit atau pada bukit batu yang datar dipermukaan bukit batu Batu berlubang terdiri atas berbagai ukuran, termasuk dalam jenis batu berlubang ini adalah lumpang batu. Fungsi dari batu berlubang adalah bermacam-macam diantaranya ada yang dipergunakan sebagai kubur, sarana upacara pemujaan, sarana untuk menumbuk biji-bijian/padi dan sebagainya. Batu berlubang banyak ditemukan diatas bukit Doromanto dan di situs Kopa Ncuhi. Batu berlubang tersebut pada umumnya berfungsi sebagai penguburan sekunder. Sedangkan lumpang batu yang ditemukan pada perbukitan di situs Kopa Ncuhi ini diperkirakan untuk menumbuk padi atau biji-bijian, untuk penguburan sekunder mupun primer. Adanya indikasi kubur batu-batu berlubang tersebut diperkirakan sebagai kubur primer berdasarkan diameter lubang tidak sama ada yang lebar, sedang dan kecil. Lubang batu yang lebar atau yang berukuran lebih besar diyakini sebagai kubur primer sedangkan yang lebih kecil untuk kubur sekunder. Jumlah lumpang batu atau batu berlubang disitus Kopa Ncuhi yaitu sebanyak 185 buah.

Parit-parit yang memiliki cekungan menyerupai lumpang batu
lumpang batu yang terdapat di atas bukit (lumpang batu Kopa Ncuhi)

Tinggalan warisan budaya di So Langgodu, Kopa Ncuhi dan sekitarnya pada dasarnya memiliki konsepsi yang sama yaitu pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Pemujaan arwah nenek moyang merupakan konsepsi yang bersifat universal yang dianut oleh berbagai etnis di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Dasar kepercayaan ini mengacu pada suatu tradisi yang menghasilkan artefak dari batu yang kemudian disebut juga dengan budaya atau tradisi megalitik. Kepercayan ini terus melandasi kepercayaan keturunan bangsa Indonesia, dan karena kondisi alam yang terdiri dari ribuan pulau dan bukit atau laut yang memisahkan mereka, akhirnya terbentuklah budaya masing-masing kelompok dan tumbuh berkembang sesuai dengan lingkungan alamnya.