Situs Gereja Paroki Kristus Katedral Ende

0
1895

Situs Gereja Katedral terletak di Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende tengah, Kabupaten Ende, NTT. Gereja ini memiliki luas lahan 4.625 m2, dengan titik koordinat 51 L 0351099, 9021987 UTM, dan ketinggian 9 mdpl. Adapun batas-batas situs yaitu sebelah utara Percetakan Nusantara Indah, sebelah timur Jln. Katedral, sebelah selatan Jln. Yos Sudarso, dan sebelah barat Biara Santo Yosef. Situs Gereja Paroki Kristus Katedral dikelola oleh Keuskupan Agung Ende. Adapun koleksi yang tersimpan di Situs ini ialah Lonceng Kayu, Lampu Sacramen, Cangkir Air Baptis, Bejana Air Berkat, Salib, Kitab Injil, Kitab Missale Romanum, Tempat Lilin, Guci, Meja Pakaian Misa, Lemari Gandeng, Lemari (tempat menyimpan alat-alat misa), Tarbenaken (tempat menyimpan sakramen), Sedile (tempat duduk Imam dan ajudan), Tempat Air Pemadian, Tempat Sujud, Altar, Mimbar, Meja Pengakuan Dosa, Bangku Duduk Umat, Lonceng, dan Kuburan/Makam. Gereja ini mempunyai dua pintu masuk utama yang terletak di sisi selatan dan di sisi timur bangunan. Di bagian depan bangunan terdapat sebuah menara lonceng dan sebuah patung Yesus. Lantai gereja berlapis keramik. Konstruksi bangunan-bangunan dotopang oleh tiang-tiang beton. Pada sisi kanan kiri mimbar terdapat dua buah ruangan yang difungsikan sebagai tempat menyimpan barang-barnag  milik gereja.

Situs Gereja Paroki Kristus Katedral Ende didirikan oleh Uskup Mgr. Verstraelen yang awalnya dimaksudkan sebagai tempat Katedral Keuskupan Sunda Kecil. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan dengan upacara yang dipimpin oleh Mgr. Verstraelen pada tanggal 18 Mei 1930. Bangunan besar dan megah ini diselesaikan dalam waktu dua tahun dan ditasbihkan pada tanggal 7 Februari 1932 oleh Uskup Mgr. Verstraelen. Sebagai tanda bakti dan terima kasih umat kepada Uskup Mgr. Verstraelen, ketika meninggal dunia beliau dimakamkan dalam gereja. Uskup Mgr. Verstraelen meninggal pada tanggal 16 Maret 1932. Ketika ditasbihkan bangunan gereja yang berukuran 52 m x 16,50 m ini belum sepenuhnya selesai, lantai, kaca jendela dan ventilasi dengan model mozaik sedang dalam penataan. Kaitan gereja ini dengan Bung Karno adalah selama masa pengasingannya di ende, bungkarno memperluas jaringan dengan menjalin persahabatan dengan para pastor. Bung Karno dibebaskan untuk mempergunakan perpustakaan para pastor. Bung Karno biasa mengunjungi teman-teman dan melakukan diskusidi MISI Ende. MISI Ende pada saat ini menjadi komplek Biara Santo Yosef dan gereja Katedral Ende.