Peninjauan Temuan Objek Diduga Cagar Budaya Di Pura Sakenan, Ubud, Gianyar

0
144

Di dalam penjelasan umum Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dijelaskan bahwa pasal 32 ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam  memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”, sehingga kebudayaan Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa harus dilestarikan guna memperkukuh jati diri bangsa, mempertinggi harkat dan martabat bangsa, serta memperkuat ikatan rasa kesatuan dan persatuan bagi terwujudnya cita-cita bangsa pada masa depan. Lebih lanjut diuraikan bahwa kebudayaan Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur harus dilestarikan guna memperkuat kepribadian bangsa dan kebanggaan nasional, memperkukuh persatuan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai arah kehidupan bangsa (Anonim, 2010).

Cagar Budaya/Objek yang Diduga Cagar Budaya adalah salah satu wujud kebudayaan sebagai hasil dari cipta, rasa, dan karsa Bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan. Sebagai bagian integral dari kebudayaan yang harus dilestarikan, Cagar Budaya/Objek yang Diduga Cagar Budaya merupakan warisan budaya bersifat bendawi (tangible), memiliki nilai penting bagi umat manusia (intangible) seperti sejarah, estetika, ilmu pengetahuan, etnologi, dan keunikan gaya suatu masa yang terwujud dalam bentuk cagar budaya.

Provinsi Bali sebagai salah satu wilayah kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali, NTB, dan NTT sangat kaya dengan tinggalan Cagar Budaya/Objek yang Diduga Cagar Budaya. Tinggalan-tinggalan tersebut tersebar pada 9 wilayah kabupaten/kota dengan kondisi berada dikawasan pedalaman ataupun pada daerah-daerah yang sulit dijangkau. Kondisi seperti itu menyebabkan masih banyak tinggalan-tinggalan Cagar Budaya/Objek yang Diduga Cagar Budaya yang belum terdata sebagai upaya pelestarian lebih lanjut. Salah satu wilayah kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki potensi objek yang diduga cagar budaya (ODCB) tetapi belun teregistrasi dan didokumentasikan adalah lokasi di Kecamatan Ubud,  Kabupaten Gianyar.

Terkait dengan adanya permintaan peninjauan objek yang diduga cagar budaya, selaku Unit Pelaksana Teknis yang mempunyai tugas melaksanakan pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan Cagar Budaya/Objek Diduga Cagar Budaya, BPCB Provinsi Bali bertanggung jawab dengan mengadakan kegiatan peninjauan. Peninjauan ini juga melibatkan Kantor Arkeologi yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian untuk menghasilkan data yang lebih lengkap dan akurat.

Berdasarkan hasil pengamatan, identifikasi, dan pendokumentasian yang dilakukan di lapangan maka diperoleh data sebagai berikut:

Fragmen Arca Bagian Kaki

Tampak Depan
Tampak Belakang
  • Nama : Fragmen Arca Bagian Kaki
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi : 28 cm
    • Lebar : 25 cm
    • Tebal : 29 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi     : Utuh, Terawat
  • Periodisasi: Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi   : Merupakan bagian dari arca perwujudan yang hanya merupakan bagian kakinya saja. Terlihat arca dalam sikap berdiri di atas lapik yang berbentuk bulat, terlihat mengenakan kain hingga sebatas mata kaki dengan motif hias garis yang bergelombang.

Fragmen Arca Bagian Kepala

Tampak Depan
Tampak Belakang
  • Nama : Fragmen Arca Bagian Kepala
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi : 16 cm
    • Lebar : 25 cm
    • Tebal : 8 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi: Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan bagian muka dari arca, diperkirakan merupakan arca penjaga dilihat daei forum muka yang terlihat menyeramkan. Terlihat bagian mata yang melotot, hidung besar, muka terbuka lebar dan memperlihatkan taringnya yang tajam, serta di bagian telinga hanya memakai sedikit ukiran sesimbaran saja.

Arca Jongkok

Tampak Depan
Tampak Samping
  • Nama : Arca Jongkok
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi : 33,5 cm
    • Lebar : 23,5 cm
    • Tebal : 19 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan arca dalam sikap jongkok dengan menopangkan dagunya diatas tangan, hanya terlihat bentuk dasarnya saja karena permukaannya dalam kondisi aus dan tidak terlihat mengenakan atribut berupa perhiasan yang mencolok, arca sangat sederhana dan di bagian pinggangnya terlihatn mengenakan ikat pinggang.

Arca Penjaga

Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Belakang
  • Nana : Arca Penjaga
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi: 53 cm
    • Lebar : 25 cm
    • Tebal: 23 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan arca dalam sikap berdiri, tanpa kaki, tangan kiri sedikit ditekuk dan jari tangan rusak, tangan kanan terlihat memegang senjata berbentuk gadha, muka rusak, dada bidang, memakai ikat pinggang berbentuk lipatan kain yang diikat di belakang, rambut ikal tergerai panjang hingga pinggang.

Arca Penjaga

Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Belakang
  • Nama : Arca Penjaga
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi : 47 cm
    • Lebar : 29 cm
    • Tebal : 28 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan arca dalam sikap duduk, kaki kanan dilipat kedalam sehingga bagian telapak kakinya tidak terlihat, kaki kiri ditekuk dan dipegang tangan kirinya, tangan kanan membawa senjata yang terlihat seperti gadha diletakan di bahu sebelah kanan, kepala edikit menengok ke arah kiri, terlihat di bagian atasnya tanpa rambut, rambut hanya terlihat sedikit di belakang kpala dan di depan telinganya dengan bentuk ikal, forum muka menyeramkan yang terlihat dari matanya yang melotot tajam alisnya yang merengut, hidung besar, serta mulut yang terbuka dan memperlihatkan gigi depannya.  Arca tidak mengenakan pakaian ataupun perhiasan sehingga memperlihatkan perutnya yang besar srta kemaluan laki-laki yang dipahatkan mengarah keatas sebelah kanan serta di bawahnya dipahatkan buah pelirnya dengan ukuran yang besar.

Arca Jongkok

Tampak Depan
Tampak Samping
Tampak Belakang
  • Nama : Arca Jongkok
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran                        :
    • Tinggi : 37 cm
    • Lebar : 25 cm
    • Tebal : 23 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan arca dalam sikap jongkok kedua kaki sejajar dan memakai gelang kaki, kedua tangan dilipat dan diletakan diatas lutut dan menopang dagunya, bagian mukak rusak, rambut ikal tergerai mengenakan ikat rambut yang berbentuk sesimbaran, arca memakai ikat perut berbentuk polos dan diikatkan dibelakang.

Fragmen Arca Jongkok

  • Nama : Fragmen Arca Jongkok
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran                        :
    • Tinggi: 29 cm
    • Lebar : 14 cm
    • Tebal: 26 cm
  • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan bagian dari arca jiigkok dalam kondisi rusak, bagian sisi kirinya terbelah, tanpa kepala, sehingga yang terlihat hanya bentuk kakinya dalam sikap duduk dengan kaki ditekuk dengan posisi tangannya yang memeluk kaki.

Lingga Semu

  • Nama : Lingga Semu
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi: 22 cm
    • Diamter: 10 cm
    • Bahan : Padas
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan lingga kecil berbentuk bulat silindris di bagian tengahnya terdapat guratan berbentuk melingkar. Lingnga memiliki bentuk yang semakin ke atas semakin mengecil.

Batu Alam

  • Nama : Batu Alam
  • Tempat : Pelinggih Gedong Pelik
  • Ukuran :
    • Tinggi: 70 cm
    • Lebar   : 42 cm
    • Tebal: 30 cm
  • Bahan : Andesit
  • Warna : Abu-abu
  • Kondisi : Utuh, Terawat
  • Periodisasi : Bali Kuno
  • Latar Belakang Budaya: Hindu-Budha
  • Deskripsi : Merupakan batuan alami dengan bentuk persegi dan bertingkat seperti bentuk kursi tetapi hanya satu tingkatan saja sehingga saat ini digunakan sebagai tempat untuk memajang lingga semu. Permukaannya halus dan tanpa motif hias.