PAMERAN CAGAR BUDAYA DI NUSA TENGGARA TIMUR “Pelestarian Cagar Budaya Salah Satu Benteng Warisan Budaya Bangsa”

0
1925

Latar

Balai Pelestarian Cagar Budaya Gianyar Wilayah Kerja Propinsi Bali-NTB dan NTT yang selanjutnya sering disebut  BPCB Bali adalah salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang nantinya bertanggung jawab kepada Direktur Jendral Kebudayaan. Balai Pelestarian Cagar Budaya betugas di daerah yang khusus menangani pelestarian terhadap cagar budaya yang dijabarkan dalam kegiatan perlindungan, pemeliharaan, pemugaran, dokumentasi, publikasi, bimbingan dan penyuluhan.

Cagar budaya sebagai warisan budaya masa lalu memiliki nilai penting bagi sejarah ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sumber informasi     yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan di masa lalu. Karena nilai-nilai penting yang dimiliki oleh cagar budaya tersebut perlu diinformasikan dan dipublikasikan kepada masyarakat luas agar masyarakat dapat memberikan apresiasi kepada tinggalan masa lalu yang merupakan akar dari kebudayaan di masa kini. Dengan demikian akan memotifvasi  masyarakat untuk melestarikan cagar budaya yang ada dan menanamkan kesadaran bahwa masyarakat adalah ujung tombak  terhadap pelestarian cagar budaya.

Penyebarluasan informasi tentang pelestarian cagar budaya salah satunya dapat dilakukan melalui pameran. Pameran berasal dari kata “pamer” yang berarti menunjukkan sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan. Dalam pameran ini akan ditampilkan kelebihan atau kunggulan karya nenek moyang di masa lalu.   Secara tidak disadari pameran memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Pameran dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan berbagai keputusan dan pameran dapat juga mempengaruhi tindakan seseorang. Dengan kata lain pameran dapat menjadi sebuah  agen  perubahan menuju pada kondisi yang lebih baik

Sehubungan dengan pernyataan di atas Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali (BPCB) akan melaksanakan kegiatan pameran untuk menunjukkan keunggulan dari warisan budaya masa lalu (cagar budaya) hasil-hasil pelestarian  di wilayah kerja  BPCB, serta untuk menggugah masyarakat agar meningkatkan peran sertanya dalam pelestarian cagar budaya dengan memasyarakatkan Undang-undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Dalam penyelenggaraan pameran  setiap tahunnya  pameran akan dilakasanakan di ketiga wilayah kerja BPCB Bali yakni di Provinsi Bali, NTB,dan NTT. Pameran akan dipilih di tempat-tempat yang strategis dengan memamerkan beragam cagar budaya, baik dalam bentuk fisik maupun berupa foto-foto benda berikut keterangannya termasuk tugas pokok dan fungsi BPCB dan upaya-upaya pelestariaannya. Penyelenggaraan Pameran di Provinsi NTT tahun anggaran 2015 akan dipilih tempat-tempat keramaian yang cukup strategis dan efektif untuk penyelenggaraan pameran. Sehubungan dengan hal tersebut pameran tahun anggaran 2015 di Provinsi NTT akan  di laksanakan di Lippo Plaza Kupang  Propvinsi NTT, dengan tema “ Pelestarian Cagar Budaya Salah Satu Benteng Warisan Budaya Bangsa” Dalam pelaksanaan pameran ini dibantu dari Dinas Kebudayaan Provinsi NTT dan Museum Negeri Provinsi NTT.

Pameran Cagar Budaya dimaksudkan sebagai satu salah media  informasi mengenai cagar budaya kepada masyarakat, dan memasyarakatkan Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, serta sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalam rangka pelestarian cagar budaya, sedangkan tujuan   untuk meningkatkan apresiasi dan pengetahuan masyarakat tentang keberadaan dan arti penting cagar budaya di daerahnya. Materi yang ditampilkan ditekankan pada pengenalan obyek-obyek peninggalan sejarah dan purbakala yang ada diwilayah kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Dengan adanya pengenalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dan pelajar untuk ikut serta dalam menyelamatkan dan melestarikan  cagar budaya.

Pameran dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 25 Desember 2015, bertempat di Lippo Plaza Mall Kupang Provinsi NTT dengan susunan tim Sebagai berikut :

1 Ketua Tim Dra. Ida Ayu Ag. Indrayani M.
2 Penyusun Materi Ida  Ayu Gde Yuni Anita Sari, S.S
3 Penata Pameran I Nyoman Adi Surya Dharma, S.S
4 Pemandu Kadek Yogi Prabhawa, S.S
5 pemandu I Gst. Nyoman Karang

 

Persiapan Pameran

Untuk membuat pameran yang representatif dan edukatif dalam persiapannya memerlukan waktu yang cukup.  Pertama-tama dilakukan pembentukan tim dalam persiapan pameran yang bertugas menyiapkan surat-surat materi pameran, menyiapkan sarana pendukung pameran, menata tata letak pameran, termasuk bertanggung jawab terhadap pemberian informasi tentang materi pameran kepada para pengunjung. Pembentukan tim dibentuk melalui pengeluaran Surat Kepala BPCB Bali Nomor KP. /105 /1655/CB.8/ XII/2015  tentang Penugasan Panitia Penyelenggara Pameran.

PM 1

PM 2

PM 3

PM 4

Materi Pameran

Pameran dengan tema ”Pelestarian Cagar Budaya Salah Satu Benteng Warisan Budaya Bangsa” Mengenai materi pokok yang dipergunakan dalam pelaksanaan Pameran Cagar Budaya ini sebagian besar dipamerkan cagar budaya yang ada di wilayah  Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali dalam bentuk foto, dan poster.   Selain itu ada beberapa buah koleksi  yang  ada di Museum Negeri NTT dan Museum Gedong Arca di BPCB Bali. Penataan koleksi, khususnya penataan benda cagar budaya, atas dasar pertimbangan keamanan diletakkan di dalam vitrin tertutup.

PM 5     PM 6

PM 7   PM 8

PM 9  PM 10

PM 11

Pameran

Pameran dengan tema “ Pelestarian Cagar Budaya Salah Satu Benteng Warisan Budaya Bangsa” Pameran merupakan salah satu program kerja BPCB Bali tahun anggaran 2015, direalisasikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Lantai II Lippo Plaza Mall berlangsung  6 hari dari tanggal 20 s.d. 25 Desember 2015. Pameran ini menampilkan cagar cagar budaya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bali mulai dari masa prasejarah , klasik Hindu-Budha, Islam dan Kolonial. Yang dikemas dalam media poster, banner, spanduk, serta beberapa buah koleksi dari Museum Negeri NTT seperti arca primitive, asesoris (kalung), nekara perunggu, tenun ikat asli NTT, dan koleksi dari Museum Gedong Arca BPCB Bali, seperti stupika  tanah liat, kapak genggam, kapak lonjong, dan gelang perunggu.

Selama kegiatan pameran berlangsung, antusiasme pengunjung sangat tampak, banyak pengunjung dari kota kupang maupun dari luar kota Kupang yang menyaksikan pameran yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.

PM 12

PM 13

PM 14

Simpulan

  • Pameran bukan hanya memamerkan situs-situs cagar budaya atau materi yang dipamerkan tetapi bagaimana cara mengkemas sebuah pameran dengan penataan yang baik agar menarik pengunjung dan kandungan edukatifnya mudah dipahami dan dengan tampilan yang menarik, sehingga secara tidak disadari pameran memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Pameran dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan berbagai keputusan dan pameran dapat juga mempengaruhi tindakan seseorang.
  • Dari kesan dan pesan  pengunjung  tersirat pensan bahwa para pengunjung antusias  dengan pameran yang dilaksanakan dan dapat memberikan pemahaman masyarakat terhadap  pelestarian cagar budaya .

TINGGALKAN KOMENTAR