Kegiatan Inventarisasi Warisan Budaya di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat

0
1800

Kegiatan Inventarisasi Warisan Budaya di Kabupaten Bima merupakan penjabaran dari salah satu tugas pokok dan fungsi Balai Pelestarian Cagar Budaya Gianyar dalam bidang pelestarian terhadap Cagar Budaya. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemotretan, penomoran, pengukuran, dan pendeskripsian setiap tinggalan purbakala serta situs.

Hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan dalam rangka pelestarian dan pemanfaatan Cagar Budaya sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan Inventarisasi Warisan Budaya di Kabupaten Bima, Provinsi NTB menyasar warisan budaya yang tersebar di Kabupaten Bima. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 17 s.d 22 Maret 2014 dengan melibatkan sebuah tim yang terdiri dari :

  • I Ketut Alit Amerta (Ketua Tim)
  • I Gde Wardana (Pengumpul Data Arkeologi)
  • I Nyoman Dipta (Juru Gambar)
  • I Komang Swastika (Juru Foto)

Adapun jangkauan kegiatan ini meliputi penomoran, pemotretan, pengukuran, dan pendeskripsian setiap tinggalan arkeologi serta situs.

Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terletak di ujung timur dari Pulau Sumbawa bersebelahan dengan Kota Bima (pemekaran dari Kabupaten Bima). Secara geografis Kabupaten Bima berada pada posisi 117°40”-119°10” Bujur Timur dan 70°30” Lintang Selatan. Topografis wilayah Kabupaten Bima sebagian besar (70%) merupakan dataran tinggi bertekstur pegunungan sementara sisanya (30%) adalah dataran. Sekitar 14% dari proporsi dataran rendah tersebut merupakan areal persawahan dan lebih dari separuh merupakan lahan kering. Dilihat dari ketinggian dari permukaàn laut, Kecamatan Donggo merupakan daerah tertinggi dengan ketinggian 500 m dari

permukaan laut, sedangkan daerah yang terendah adalah Kecamatan Sape dan Sanggar yang mencapai ketinggian hanya 5 m dari permukaan laut.

Luas wilayah Kabupaten Bima setelah pembentukan Daerah Kota Bima berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tahun 2002 adalah seluas 437.465 Ha atau 4.394,38 Km² (sebelum pemekaran 459.690 Ha atau 4.596,90 Km²) dengan jumlah penduduk 419.302 jiwa dengan kepadatan rata-rata 96 jiwa/Km².

Wilayah Kabupaten Bima beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan relatif pendek. Keadaan curah hujan tahunan rata-rata tercatat 58.75 mm, maka dapat disimpulkan Kabupaten Bima adalah daerah berkategori kering sepanjang tahun yang berdampak pada kecilnya persediaan air dan keringnya sebagian besar sungai. Curah hujan tertinggi pada bulan Februari tercatat 171 mm dengan hari hujan selama 15 hari dan musim kering terjadi pada bulan Juli, Agustus dan September dimana tidak tejadi hujan. Kabupaten Bima pada umumnya memiliki drainase yang tergenang dan tidak tergenang. Pengaruh pasang surut hanya seluas 1.085 Ha atau 0,02% dengan lokasi terbesar di wilayah pesisir pantai. Sedangkan luas lokasi yang tergenang terus menerus adalah seluas 194 Ha, yaitu wilayah Dam Roka, Dam Sumi dan Dam Pelaparado, sedangkan wilayah yang tidak pernah tergenang di Kabupaten Bima adalah seluas 457.989 Ha.

Di Kabupaten Bima terdapat lima buah gunung, yakni:

  • Gunung Tambora di Kecamatan Tambora
  • Gunung Sangiang di Kecamatan Wera
  • Gunung Maria di Kecarnatan Wawo
  • Gunung Lambitu di Kecamatan Lambitu
  • Gunung Soromandi di Kecamatan Donggo, merupakan gunung tertinggi di wilayah ini dengan ketinggian 4.775 m.

Batas-batas wilayah Kabupaten Bima adalah :

Utara        : Laut Flores

Selatan     : Samudera Indonesia

Barat        : Kabupaten Dompu

Timur        : Selat Sape

Pada tahun 2007 terjadi pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kecamatan baru, yaitu: Parado, Lambitu, Soromandi, dan Pali’belo. Dengan adanya pemekaran ini, sekarang Kabupaten Bima memiliki jumlah kecamatan sebanyak 18 wilayah.

Berdasarkan letak administrasi, lokasi kegiatan tersebar di 5 kecamatan, yaitu Wawo, Monta, Bolo, Lambu dan Sape. Sedangkan menurut kondisi lingkungan, lokasi kegiatan tersebar di daerah pegunungan dengan ketinggian 728 dpl sampai di daerah dataran rendah dengan ketinggian 19 m dpl. Masing-masing lokasi tergambar dalam gambar-gambar sketsa berikut :

file laporan dapat di download di –> http://www.4shared.com/office/b1hHICP_ce/KEGIATAN_INVENTARISASI_DI_BIMA.html