Kegiatan Inventarisasi dan Dokumentasi Objek Yang diduga Cagar Budaya Di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat

0
1838
peta dompu
peta dompu

Kegiatan Inventarisasi Cagar Budaya di Kabupaten Dompu ini dilaksanakan pada tanggal 7 s/d  13  Juni 2013, melibatkan sebuah tim yang beranggotakan 4 orang antara lain, I  Nyoman Adi Suryadharma, A.A Sariani, BA, Gst. Ngurah Wiraputra, I Nyoman Sumertha,  Adapun jangkauan pelaksanaan kegiatan ini meliputi pencatatan, pemotretan, penomoran, pengukuran, pendeskripsian dan penggambaran setiap tinggalan arkeologi baik benda, bangunan, struktur, maupun situs. Adapun cagar budaya yang dituju di Kabupaten Dompu adalah :

  • Situs Kubur Batu “Solonggodu”, Kec. Hu’U
  • Situs Makam Keramat / Makam Tua, kec. Killo
  • Situs Makam Keramat / Makam Tua, Kec. Killo
  • Situs Meriam Belanda, Kec. Killo

 

 

  1. Situs Kubur Batu “Solonggodu”
Situs Solonggodu
Situs Solonggodu

Secara administrasi Situs ini berada di Desa Solonggodu, Kecamatan Hu’U, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. pada titik Koordinat Geografis 50 L 0654315, 9029673 UTM. memiliki luas lahan 50 Are. dengan batas-batas, Utara : Ladang, Timur : Bukit, Selatan : Bukit, Barat : Ladang. Situs ini memiliki Latara belakang Budaya Jaman Prasejarah Tradisi Megalitik. jenis Situs Penguburan “Necropolis”. status kemilikan dimiliki oleh Masyarakat, pengelola masyarakat.

Deskripsi Situs : Kesemua kubur batu ini berada di tengah-tengah areal perkebunan milik Bapak Haji. Batu kubur berbentuk bulat datar, dan ada juga yang berisi tonjolan seperti batu gong. tidak jauh dari kubur batu terdapat Batu Keramat / Batu Duduk Raja (Wadu kadera), dan lumpang batu yang digunakan untuk menumbuk padi / gabah, terdapat juga bukit yang di bagian atasnya dibentuk seperti parit-parit yang kemungkinan untuk jalur air hujan, dan bisa juga digunakan untuk menumbuk serta menjemur gabah bentuknya mirip seperti lesung yang panjang. disekitar situs yang masi di daerah perkebunan penduduk ditemukan juga lumpang batu dengan ukuran lubangnya lebih kecil, berjejer pada satu sisi batu besar.

Jika dilihat dari pengamatan dilapangan ada suatu kemungkinan kalau batu kubur, kursi duduk raja, lumpang batu baik yang ditemukan di sekitar perkebunan dan yang diatas bukit, serta parit-parit yang berada di bukit berasal dari satu kebudayaan yang sama, yang berasal dari budaya sebelum masuknya pengaruh luar masuk ke daerah ini.

Parit-parit yang bentuknya seperti lesung batu, dan lumpang batu yang terdapat di atas bukit (lumpang batu So Oi Busi)

lumpang batu yang ditemukan di perkebunan

B. Benda yang diduga Cagar Budaya

1.         Tutup Kubur Batu (K.I)

  • Ukuran, Tinggi : 32 cm, Diameter : 73 cm

2.         Tutup Kubur Batu (K.II)

  • Ukuran, Tinggi : 45 cm, Diameter : 92 cm

3.         Tutup Kubur Batu (K.III)

  • Ukuran, Tinggi : 31 cm, Diameter : 83 cm

4.         Tutup Kubur Batu (K.IV)

  • Ukuran, Tinggi : 28 cm, Diameter : 80 cm

5          Tutup Kubur Batu (K.V)

  • Ukuran, Tinggi : 33 cm, Diameter : 72 cm

6.         Tutup Kubur Batu (K.VI)

  • Ukuran, Tingi : 40 cm, Diameter : 122 cm

7.         Tutup Kubur Batu (K.VII)

  • Ukuran, Tinggi : 37 cm, Panjang : 75 cm

Benda ini merupakan tutup dari kubur batu. tutup kubur ini berada di tengah pekarangan masyarakat jaraknya agak berdekatan, dari pengamatan di lapangan kubur batu ini merupakan hasil tinggalan dari masa prasejarah tradisi megalitik.

Keletakan Kubur Batu

8.         Batu Keramat / Batu Duduk Raja (Wadu kadera)

  • Ukuran

Tinggi (sandaran)        : 70 cm

Tinggi Keseluruhan     : 310 cm

Lebar                           : 180 cm

Tebal                           : 130 cm

Secara profan benda ini sudah tidak difungsikan tetapi masih dipercayai sebagai benda sakral. Fungsinya ini sebagai tempat duduk raja kecil (NCUHI), pejabat daerah, masa sebelum masuk Islam atau tradisi asli. Posisi batu berdekatan dengan situs Solongodu. Dari kursi raja ini dapat melihat jauh ke pantai dan bukit.batu ini terbuat dari batu alam yang sangat besar dan tinggi, dibagian atasnya sengaja dipahat / dibentuk untuk sandaran, terdapat bekas tapak kaki yang jumlahnya sepasang. menurut masyarakat setempat biasanya sang saja duduk diatas batu kursi ini bersama dengan permaisurinya.

Kursi Raja ini berada tidak terlalu jauh dari Sotus Solonggodu, dari Solonggodu berjalan kaki menuju arah Selatan menyusuri jalan setapak yang berada di areal perkebunan masyarakat. jika dilihat dari posisinya ada kemungkinan batu singasana raja ini merupakan satu kesatuan dengan situs Solonggodu, karena didekat singasana ini tepatnya sebelah selatan dari singasana ini terdapat bukit yang diatasnya terdapat lumpang-lumpang batu yang besar dan banyak, serta seperti parit-parit yang kemungkunan digunakan untuk mengaliri air hujan, dan bisa juga digunakan sebagai tempat untuk menjemur gabah padi.

 

Kursi Batu tempat duduk raja     Jejak Tempat kaki sepasang

 

Objek Yang Diduga Cagar Budaya Di Kecamatan Killo

1. Makam Keramat / Makam Tua

secara administrasi situs ini berada di Dusun Solokilo, Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. secara geografis berada pada titik koordinat 50 L 0653129, 978943 UTM, dengan ketinggian 26 meter dpl. situs ini memiliki batas-batas, Utara : Kebun, Timur : Kebun, Selatan : Kebun, Barat : Kebun. situs ini memiliki latar belakang budaya Islam, jenis situs penguburan “necropolis”, dimiliki dan dikelola oleh Bapak Husein Sulaiman.

Deskripsi Situs : Makam berbentuk segi empat panjang, dengan batu kali. Nisan dari batu alam berbentuk persegi empat panjang.Banyak di tumbuhi pohon pungut dan bunga. Lingkungan dekat dengan pantai. Makam keramat ini merupakan makam Sultan Ahmad Syekh penyebar agama Islam dari Makasar. Makam ini difungsikan sebagai tempat jiarah masyarakat Keramat dekan Idul Fitri.

  •  Ukuran Nisan I, Tinggi : 33 cm, Lebar : 16 cm, Tebal : 13 cm
  • Ukuran Nisan II, Tinggi : 25 cm, Lebar : 16 cm, Tebal : 13 cm
  • Jarak antara nisan I dengan nisan II : 125 cm

 

2. Makam Keramat / Makam Tua

Secara Administrasi situs ini berada di Dusun Mekar Sari, Desa Melaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. secara geografis secara geografis situs ini berada pada titik koordinat 50 L 0653507, 9081132 UTM. situs ini memiliki luas lahan 50 m x 80 m. dengan batas-batas, Utara : Sekolah SD 7, Timur : Jalan Raya, Selatan : Rumah Penduduk, Barat : Rumah Penduduk. Situs ini memiliki Latar Budaya Islam, Jenis Situs Penguburan “necropolis”. status kepimilikan dan pengelolaan belum dapat dipastikan.

Deskripsi Situs  : Makam berada di areal Puskemas, orientasi makam utara selatan (miring). Berbentuk persegi empat panjang, terbuat dari batu alam namun saat ini sudah di semen dan di cat dengan warna hijau. Nisan berbentuk bulat makin ke atas meruncing juga di cat bagian bawah hijau bagian atas merah. Kondisi makam terawat, makam ini masih difungsikan sebagai tempat jiarah pada hari-hari besar agama Islam oleh penduduk sekitarnya.

  • Ukuran Nisan 1, Tinggi : 69 cm, Diameter : 33 cm
  • Ukuran Nisan 2, Tinggi : 68 cm, Diameter : 28 cm
  • Jarak atar kedua nisan 215 cm, makam ini memiliki kedalaman : 20 cm.

 

3. Meriam Belanda

Secara administrasi situs ini berada di Dusun Solokilo, Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. secara geografi situs ini berada pada titik Koordinat 50 L 0652984, 9078771 UTM.

  • Ukuran, Panjang : 139 cm, Tebal Bibir : 2 cm, Diameter Ujung : 25 cm, Diameter Pangkal  : 13 cm.

Deskripsi objek

 

: Kondisi benda / meriam utuh, hanya saja saat ini meriam sudah mengalami perubahan warna karena sudah ditumbuhi karat. Meriam ini ditemukan insitu dalam artian memang berada di daerah ini dari dulunya di atas permukaan tanah, di areal perkebunan milik masyarakat (bapak Ansat barahima) yang juga merupakan areal pemakaman keluarga. Jika dilihat dari bentuknya tipe meriam ini merupakan tipe meriam Belanda.