Seminar Keraton Daruddunia Kesultanan Aceh, BPCB Aceh mendukung penuh rencana penelitian komprehensif

0
1389

 

Deni Sutrisna (Kepala BPCB Aceh) menyampaikan usulan penelitian komprehensif terkait keberadaan Keraton (Istana) Daruddunia Kesultanan Aceh (Foto.Ambo)

 

BPCB Aceh 2017 (14/09). Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pendidikan bersama berbagai komponen seperti LSM Pecinta Sejarah, ahli-ahli sejarah dan arkeologi serta BPCB Aceh memeriahkan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Purbakala yang dilaksanakan tanggal 13 sampai dengan 16 September Tahun 2017.

Salah satu rangkaian kegiatan  HUT Purbakala kali ini yang terasa istimewa adalah Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Pemerintah Aceh memutuskan menyelenggarakan seminar sejarah “Keraton Darud Dunya” yang sangat didambakan masyarakat Aceh selama ini. Dalam hal ini, upaya menemukan kembali jejak-jejak kejayaan Islam Aceh di masa lalu seperti, keberadaan keraton darud Dunya sangatlah penting dan menjadi kebutuhan strategis identitas Aceh.

Adapun kegiatan seminar dilaksanakan pada hari kamis, 14 september 2017, pukul 09.00 WIB sampai selesai, di Hotel Hermes Palace, jalan T. Panglima Nyak Makam Banda Aceh.

Dalam seminar tersebut, berbagai ide dan informasi disampaikan oleh ahli-ahli sejarah, arkeologi dan unsur LSM serta tokoh masyarakat terkait pentingnya aktivitas eksplorasi mengungkap keberadaan keraton Darudunia yang menjadi kebanggan Aceh di mata dunia.

Salah seorang pemateri, Rusdi Sufi (Budayawan dan historian  Aceh), menyampaikan bahwa Keraton daruddina di catat oleh banyak pelancong-pelancong eropa, seperti John Davis, Beauleu, Marseden dan sebagainya. Pemateri lainnya, Abu Taqyuddin (Budayawan) menyampaikan bukti berupa peta kuno dari masa kolonial Belanda.

Deni Sutrisna pada kesempatan seminar tersebut menyampaikan agar semangat mengungkap keberadaan Kraton (Istana) Darud Dunya selayaknya menjadi kewajiban penting generasi Aceh saat ini dan BPCB Aceh selalu siap membantu sekaligus berpartisipasi untuk mensukseskan ide-ide cemerlang ini. Selain itu, untuk melakukan penelitian dan pengungkapan diperlukan formula penelitian komprehensif melibatkan multi disiplin dan yang lebih penting dukungan Pemerintah Aceh serta masyarakatnya itu sendiri. Ambo

Rusdi Sufi (Kiri), Abu Taqiyuddin (Kanan) menjadi pemateri Seminar Kepurbakalaan Keraton Kesultanan Aceh “Darud Dunya”

Suasana Seminar Kepurbakaan Keraton Kesultanan Aceh “Darud Dunya”

Abu Taqiyuddin (pemateri) menunjukan Peta Kuno Keraton Aceh dari sumber Kolonial Belanda