Profil situs Komplek makam Jirat desa pagaran Jira kec. Sosopan Padang Lawas, Sumatera Utara

0
2368

Profil Situs Biaro/Candi Tandihat III, Padang Lawas, Sumatera Utara Oleh: Ambo Asse Ajis

Situs Kompleks Makam Jiret, berada di Desa Pagaran Bira, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Secara astronomis, situs ini berada di koordinat 1°06’58.2″N 99°36’51.2″E dengan luas areal ± 1.600 m2. Batas-batas situs, antara lain: sebelah Utara berbatasan dengan hutan, sebelah Selatan berbatasan hutan, sebelah Barat berbatasan jalan setapak dan sebelah Timur berbatasan dengan hutan.

Kompleks Makam Jiret, belum teregistrasi dan juga belum mendapatkan penetapan sebagai cagar budaya baik peringkat Kabupaten Padang Lawas, Peringkat provinsi Sumatera Utara maupun peringkat nasional.Pada saat sekarang situs ini dalam kondisi terawat oleh masyarakat  Pagaran Bira, memiliki fasilitas pelindungan berupa pagar situs, papan nama situs, juru pelihara/kunci yang dipercaya masyarakat setempat.

Kompleks Makam Jiret berada di Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas.Jarak dari ibukota Padang Lawas sekitar 28 km kearah barat laut. Untuk menuju ke lokasi situs dapat ditempuh dengan mengendarai roda doa dan roda empat dengan aksesibilitas melalui jalan aspal Sibuhuan-Sosopan yang kualitas jalan kabupaten.

Perjalanan menggunakan kendaraan roda empat hanya sampai pada jalan setapak menuju situs yang tepat berada halaman Mesjid Pagaran Bira, kemudian berjalan kaki atau naik sepeda motor melalui jalan setapak yang telah di rabat beton berjarak 200 meter kearah selatan.

Makam Jiret merupakan bekas kompleks percandian candi. Di dalam kompleks ini terdapat 2 (dua) buah makam orientasi Utara-Selatan yang dikubur di atas pondasi bangunan. Lokasi inti situs telah dipagari dan di bangun jembatan setapak rabat beton.

Lingkungan sekeliling situs ada yang masih menjadi kebun kopi dan ada juga lahan yang belum tergarap baik. Sekitar 150 meter kearah Barat Laut terdapat sungai Sorimangampu. Di situs ini terdapa 2 (dua) buah makam yang dipercaya sepasang suami istri, penyebar agama Islam di Kabupaten Padang Lawas.

Selain makam, juga ditemukan sejumlah temuan arkeologis, seperti batu candi, struktur dinding dan stambha. Setiap tahunnya, situs ini dikunjungi warga sebagai tempat ziarah.

Lokasi makam jiret kemungkinan besar berdiri di atas bekas bangunan Hindu karena adanya temuan yoni di lokasi situs. Adapun penamaan Jiret sendiri, disebutkan masyarakat setempat atas keyakinan adanya makam tokoh yang dikuburkan yang bernama Patuan Ompu Sodoguran Hasibuan yang pernah hidup sekitar 600 tahun yang lalu atau sekitar abad ke-14 Masehi.

Tokoh ini merupakan ulama yang dipercaya tokoh penyebarkan Islam di Padang Lawas dan sekitarnya.

Penetapan sebagai Cagar Budaya

Sampai sekarang, tinggalan yang tersisa di situs ini belum tereksplorasi dengan baik. Namun, hasil penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Sumatera Utara dan penelitian-penelitian sebelumnya, menunjukan kedudukan Kompleks Makam Jiret erat kaitannya dengan kehadiran candi berciri Hindu di Kecamatan Sosopan.

Adapun keberadaan 2 (dua) buah makam Islam saat ini, diperkirakan bagian dari penggunaan lahan pekuburan untuk tokoh yang sangat di hormati pada masa lampau.

Secara global, situs ini menjadi satu bukti kuat yang memperlihatkan transisi atau penyambungan kehidupan sejarah dari era Hindu-Budha di Padang Lawas menjadi kehidupan Islam.

Dan karena hal tersebut, Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Padang Lawas Tahun 2018 melihat objek ini memiliki potensi sebagai cagar budaya yang sangat diutamakan di Kabupaten Padang Lawas karena bisa menjelaskan sejarah masa lalu tentang bukti Islamisasi awal di Padang Lawas.

Objek ini juga memenuhi unsur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya khususnya pasal 5 yang menyebutbenda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau Struktur Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Demikian juga isi Pasal 44 bahwa cagar budaya dapat ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat kabupaten/kota apabila memenuhi syarat sebagai Cagar Budaya yang diutamakan untuk dilestarikan dalam wilayah kabupaten/kota mewakili masa gaya yang khas, tingkat keterancamannya tinggi dan jenisnya sedikit; dan/atau jumlahnya terbatas.

Karena itu, Tim Ahli Cagar Kabupaten Padang Lawas Tahun 2018 merekomendasikan kepada bapak Ali Sutan Harapap, selaku Bupati Padang Lawas agar Situs Biaro/Candi Sangkilon dapat ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Padang Lawas.

TINGGALKAN KOMENTAR