Potensi Kepurbakalaan Gampong Rima Jeune: Lanjutan II

0
439

OPINI: Potensi Kepurbakalan Gampong Rima Jeune: Lanjutan II Oleh: Ambo Asse Ajis

Asal usul nama Gampong Rima Jeune, telah direkam mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala Tahun 2014 bersumber tradisi lokal setempat. Dalam catatan mahasiswa tersebut dikatakan asal usul nama Rima Jeuneu berasal dari kata Rima  yang berarti “rimba” (hutan). Dikatakan awalnya areal lokasi perkampungan Rima Jeune dahulunya adalah kawasan hutan rimba.Masih menurut laporan mahasiswa di atas, mulanya penduduk Gampong Rima yang ada sekarang ini, tinggal di seberang jalan raya (jalan nasional) pusat gampong sekarang. Tetapi, karena penduduk diserang penyakit taeun,  warga saat itu berkesimpulan tanah mereka telah berpenyakit dan tidak cocok lagi sebagai tempat berdomisili. Maka ditebanglah rimba (lokasi situs) disampingnya untuk dijadikan perkampungan baru, yang sekarang menjadi area pusat Gampong Rima. Di kalangan masyarakat Aceh Besar yang telah berusia lanjut, masih sering menyebut Gampong Rima dengan sebutan Gampong Rimba. Adapun kata Jeuneu berasal dari kata Jine (akar Jine), yaitu sejenis tumbuhan yang akarnya menjalar dalam tanah, getah akarnya berwarna putih susu, dan mengandung racun yang sangat kuat. Getah ini sering digunakan oleh masyarakat untuk meracun ikan disungai.

Rekaman Data Arkeologi Gampong Rima Jeune

Tinggalan arkeologi yang ditemukan saat observasi permukaan tanah di Dusun Mata Ie, Gampong Rima Jeuneu, Kabupaten Aceh Besar. Temuan tersebut berupa benda dan konteksnya, antara lain: 1) nisan, makam kuno dan konteksnya; 2) fragmen keramik, stoneware, tembikar dan keletakannya dan 3) jejak lingkungan kuno.

  1. Nisan dan Makam Kuno

Lokasi nisan kuno berada di tanah kebun seorang penduduk yang pada masa lalu di kenal dengan nama Polem dan tanah ini disebut lampoh to Polem. Menurut warga, dahulunya ada jejeran nisan-nisan kuno kurang lebih 10 pasang dengan ukuran besar dan kecil. Nisan tersebut ada berbentuk pipih, umumnya besar dan ada yang bulat dengan ukuran lebih kecil. Sebaran nisan kuno ada 4 titik dengan kondisi ada yang masih insitu dan tidak insitu; ada yang berada di gundukan tanah kebun, tanah perumahan dan ada yang berada di lingkungan meunasah (surau).

Nisan A terletak di koordinat  5°31’18.68″U dan 95°16’10.70″T, berada di dekat areal persawahan bagian sisi barat Dusun Tgk. Mata Ie. Jarak Meunasah Rima ke lokasi nisan A sekitar 152,42 meter ke arah barat laut 327,98 derajat, mengikuti jalan setapak rabat beton. Nisan A ditemukan berada di halaman rumah warga, berada di atas gundukan tanah dengan ketinggian 1 meter dari tanah sekitarnya. Tanah gundukan ini memanjang dengan orientasi barat-selatan dan difungsikan sebagai jalan kebun. Sebagian besar badan nisan A masih tertanam dan patah di duga akibat benturan saat tsunami menerjang lokasi ini tahun 2004 lalu. Nisan A terbuat dari batu pasir, dikerjakan dengan pahat. Bagian yang terlihat dipermukaan adalah bagian panel badan bawah yang berhubungan dengan kaki nisan. Kaki nisan kondisinya masih tertanam di dalam tanah. Berdasarkan perbandingan dengan nisan lainnya di sekitar objek ini, diketahui bentuk panel badan bawah yang berhubungan dengan kaki nisan berbentuk persegi empat  yang ujungnya meruncing dengan penuh pahatan tatahan. Kemungkinan besar Nisan A adalah nisan tipe Aceh Darussalam berbentuk pipih dengan badan bulat atau di kenal dengan nama silindrik.

Nisan B terletak di koordinat 5°31’18.67″U dan 95°16’11.52″T, berada di areal perkebunan warga di Dusun Tgk. Mata Ie. Nisan B adalah makam dengan 2 buah nisan (kaki dan kepala). Lokasi makam ini di duga masih insitu. Letak nisan pada makam ini di halaman rumah warga, berada di atas gundukan tanah dengan ketinggian 1,2 meter dari tanah sekitarnya. Tanah gundukan ini memanjang dengan orientasi barat-selatan dan difungsikan sebagai jalan kebun. Adapun jarak antara nisan A ke B sekitar 22,43 meter dengan orientasi barat ke timur dengan sudut 90,30 derajat.

Nisan B (kepala dan kaki) masih tertanam pada bagian dasarnya; bagian atasnya telah patah, di duga akibat benturan saat tsunami menerjang lokasi ini tahun 2004 lalu. Nisan B terbuat dari batu pasir, dikerjakan dengan pahat; ada 2 (dua) bagian yang masih terlihat, yaitu bagian panel dasar nisan bagian bawah dan kaki nisan. Kaki nisan sebagian masih tertanam di dalam tanah, sebagiannya lagi tersingkap akibat geseran air; kaki nisan berbentuk persegi empat  yang ujungnya meruncing dengan tatahan pada kaki nisan terlihat jelas yang berfungsi sebagai pengait saat tertanam di tanah. Panel bawah dari badan nisan berbentuk persegi empat, berfungsi sebagai dudukan badan. Dari pengamatan kaki dan panel bawah badan nisan di duga Nisan B ini termasuk jenis nisan kuno Tipe Aceh Darussalam.

Nisan C terletak di koordinat 5°31’18.82″U dan 95°16’11.62″T, berada di depan rumah warga dan tidak insitu lagi. Nisan C ini sengaja dipindahkan dari tempat aslinya, barangkali terkena saat pembuatan rumah/ pembuatan pagar/sumur  yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Jarak antara nisan B ke C sekitar 5,74 meter dengan orientasi barat ke timur sudut 32,31 derajat. Nisan C telah terlepas dari konteksnya dan diletakkan di depan rumah warga yang tidak jauh dari Nisan B. Nisan ini terbuat dari batu pasir, dikerjakan dengan pahat; ada 2 (dua) bagian yang masih terlihat, yaitu bagian kaki nisan dan bagian panel dasar nisan bagian bawah. Kaki nisan sebagiannya patah, berbentuk persegi empat dengan bekas tatahan terlihat jelas yang berfungsi sebagai pengait saat tertanam di tanah. Adapun panel bawah dari badan nisan berbentuk persegi empat, berfungsi sebagai dudukan badan. Dari pengamatan kaki dan panel bawah badan nisan di duga Nisan C ini termasuk jenis nisan kuno Tipe Aceh Darussalam.

Nisan D terletak di koordinat  5°31’19.89″U dan 95°16’11.76″T, berada di areal kebun warga dan masih insitu. Nisan D tinggal satu saja, kemungkinan nisan bagian kepala (utara) mengingat di sisi sebelah selatan ada lubang presisi utara-selatan yang diduga bekas nisan bagian kaki. Lokasi nisan D masih aktif sebagai kebun warga . Jarak antara nisan C ke D sekitar 32,83 meter dengan orientasi selatan ke utara dengan arah sudut 7,28 derajat. Lingkungan nisan D berada di atas gundukan tanah dengan elevasi 1 meter dari tanah sekitarnya. Nisan ini terbuat dari batu pasir, dikerjakan dengan pahat; ada 3 (tiga) bagian yang masih terlihat, yaitu puncak, badan dan kaki nisan yang sebagian masih terbenam di tanah. Posisi nisan D miring condong ke arah Timur. Kelihatannya badan nisan pernah ditarik, ada sompelan pada tepi badan nisan, di duga bekas ikatan tali tambang. Pada bagian puncak nisan  terdapat susunan puncak susun 3 berbentuk segi tiga yang dipenuhi pahatan hiasan sulur. Bagian badan empat persegi panjang, rata dan memiliki 3 (tiga) buah panel berepitaf huruf Arab, gaya kuffi, hiasan bendera pada huruf tegaknya. Di bagian dasar badan, terdapat panel persegi empat panjang berisi hiasan  pucok rebon, khas hiasan pada nisan-nisan tipe Aceh Darussalam. Pada kaki nisan, ada panel bagian atas kaki nisan yang berfungsi sebagai dudukan badan dan terhubung kaki nisan yang dibenam ke dalam tanah lengkap dengan tatahan-tatahannya.

Nisan E terletak di koordinat  5°31’14.67″U dan 95°16’13.84″T, berada di halaman depan Mushallah Jeuneu, tepat berdampingan pagar mushalla di sisi timur. Menurut warga setempat, nisan ini dipindahkan dari lokasi Nisan A untuk keperluan warga. Hasil pengamatan arah hadapnya, nisan berorientasi utara-selatan yang menunjukan bahwa bukan letak aslinya. Dari segi bentuk, nisan ini khas tipe Aceh Darussalam. Informasi dari Muslim (50), ada 6 buah nisan di Mushalla ini, tetapi 5 lainnya sudah hilang. Jarak antara nisan D ke nisan E sekitar 170,28 meter dengan orientasi utara ke selatan, arah sudut 159 derajat. Lingkungan nisan E ini tanah datar, terbuat dari batu pasir, dikerjakan dengan pahat; ada 3 (tiga) bagian yang masih terlihat, yaitu puncak, badan dan panel kaki nisan yang sebagian masih terbenam di tanah. Pada bagian puncak nisan  terdapat pahatan berbentuk kuncup bunga yang akan mekar. Puncak kuncup bungan ini teah aus akibat dijadikan sebagai batu asah warga. Di bagian dalam kuncup bunga ini ada panel tanpa hiasan (polos).  Bagian badan atas terdapat bahu yang bidang makin ke bawah makin kecil ukurannya berdiri di atas panel berbentuk persegi panjang. Pada bagian badan ada 3 (tiga) buah panel tanpa epitaf atau hiasan. Di bagian dasar badan, ada panel persegi empat panjang bersusun dua tanpa hiasan. Selanjutnya, kaki nisan tidak terlihat karena di tutupi ubin semen.

  1. Fragmen Keramik, Stoneware dan tembikar

Di Dusun Tgk. Mata ie, Gampong Rima Jeune, juga ditemukan beberapa fragmen keramik, stoneware (keramik batuan) dan tembikar. Fragmen porselin yang ditemukan ada 1 (satu) buah, fragmen stoneware 1 (satu) buah dan fragmen tembikar 1 (satu) buah. Usia keramik di duga berasal dari abad ke-16 masehi pada era Dinasti Ming

TINGGALKAN KOMENTAR