Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh magang di BPCB Aceh

0
535

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh magang di BPCB Aceh

BPCB Aceh;19/9/2019. Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh menerima 7 orang mahasiswa Uin Ar-Raniry Banda Aceh dari FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA Jurusan sejarah kebudayaan Islam (SKI) untuk magang di Kantor BPC B Aceh selama 1 bulan terhitung dari tanggal 19 Agustus 2019 s.d 19 Setember 2019. 7 (tujuh) mahasiswa tersebut terdiri dari 5 laki-laki dan 2 perempuan . yaitu: Fikri yulianda, Al Khalid Maulana, T almahzar, Mufti ghausal Prasetyo, ijum putri, Rizka an nura, dan mahyun yasir.
Kehadiran Mahasiswa diterima langsung oleh Kasubbag tata Usaha Dra. H. Dahlia, MA. Dan mengucapkan selamat datang di Kantor BPCB Aceh kepada Ibu ketua prody juga adek-adek mahasiswa dari Uin yang telah memilih instansi BPCB salah satu lokasi magang mudah-mudahan adik-adik mahasiswa betah selama 1 bulan disini disamping itu juga kami mengharapkan saling berbagi pengetahuan tentang sejarah Islam dan shering kepada pegawai disini sehingga kita semua mendapat pengetahuan lebih mendalam. kita mengetahui bahwa disini cukup banyak tinggalan-tingalan kebudayaan Islam yang nantinya menjadi sasaran yang perlu dikaji terutama tinggalan arkeologi Islam berupa batu-batu nisan Aceh. Kami siap menerima adik-adik mahasiwa dengan dada yang lapang hati terbuka untuk membina dan membimbingnya.

Dalam kesempatan itu ketua prody Ibu Rohamah menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPCB Aceh yang telah menerima mahasiswanya, mengarahkan dan mengutamakan disiplin datang tepat waktu jika ada kegiatan wajib dicatat dan ditulis sebagai laporan selama dikantor, jika ada hal yang ingin disampaikan jangan segan untuk bertanya sesuai kondisi dan jangan lupa manfaatkan waktu sebaik mungkin.

Sejarah Uin Ar-Raniry sebelumnya adalah IAIN Ar-Raniry yang didirikan pada tahun 1960 yaitu Fakultas Syari’ah dan Fakultas Tarbiyah tahun 1962 sebagai cabang dari IAIN Sunan Kalidjaga Yogyakarta. Masih pada tahun 1962 didirikan pula Fakultas Ushuluddin sebagai Fakultas swasta di Banda Aceh. Setelah beberapa tahun menjadi cabang dari IAIN Yogyakarta, fakultas Syariah, Tarbiyah dan Ushuluddin berinduk ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama enam bulan. Pada tanggal 5 Oktober 1963 IAIN Ar-Raniry resmi berdiri dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1963 dan diresmikan oleh Menteri Agama K.H Saifuddin Zuhri.
IAIN adalah singkatan dari Institut Agama Islam Negeri dan kata Ar-Raniry yang dinisbahkan kepada IAIN Banda Aceh adalah nama seorang Ulama besar dan mufti yang sangat berpengaruh pada masa Sultan Iskandar Tsani ( memerintah tahun 1637-1641). Ulama besar tersebut nama lengkapnya Syeikh Nuruddin Ar-Raniry yang berasal dari Ranir (sekarang Rander) di Gujarat, India. Beliau telah memberikan konstribusi yang amat berharga dalam pengembangan pemikiran Islam di Asia Tenggara khususnya di Aceh.
Pada tahun pertama kelahirannya, IAIN masih mengharapkan bantuan dari berbagai lapisan masyarakat Aceh, terutama dari sisi kebutuhan belajar mengajar. Diibaratkan anak baru lahir, semuanya harus diurus oleh orang tuanya. Dalam konteks masa itu, seluruh lapisan masyarakat Aceh harus mampu memberi bantuan dalam bentuk apapun untuk keperluan pendidikan di IAIN. Seperti yang tertulis dalam laporan yang ditandatangani oleh kuasa Rektor I Drs. H. Ismail Muhammad Sjah.

Mengikuti perkembangannya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, IAIN telah menunjukkan peran dan signifikansinya yang strategis bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat. Lulusannya mampu mengemban amanah diberbagai instansi pemerintah dan swasta, termasuk di luar Aceh, bahkan di luar negeri. Alumni telah berkiprah di berbagai profesi, baik yang berkaitan dengan sosial keagamaan, maupun yang berhubungan dengan aspek publik lainnya. Lembaga ini telah melahirkan banyak pemimpin di daerah ini, baik pemimpin formal maupun informal.

Tepat pada 5 Oktober 2013 genab berumur 50 tahun, biasanya tahun ini disebut tahun emas. Bertepatan dengan tahun tersebut Perguruan Tinggi ini akan merubah wajah dan namanya dari Institutut menjadi Universitas melalui PERPRES No. 64 Tahun 2013 yang dikeluarkan dan mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2013 dengan nama Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry). Dengan demikian maka mulai 1 Oktober 2013 juga nama IAIN Ar- Raniry mulai terhapus secara legalitas.

Diharapkan teman-teman mahasiswa yang magang dan belajar ke tempat kami mudah mudahan ilmu dan budaya yang adik-adik peroleh dapat dikembangkan di daerahnya sehingga kedepan anak anak bangsa dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan daerah yang berbeda-beda di Indonesia dan dapat dibuat satu perbandingan budaya, apa yang didapat dari teori mungkin berbeda aplikasinya dengan dilapangan. Semoga pengalaman yang baik dan berharga nantinya menjadi amal Ibdah bagi kita semua.(nrd)

Kasubbag TU BPCB Aceh bersama Ketua Prody di ruangan rapat

 

TINGGALKAN KOMENTAR