KONDISI KOMPLEKS MAKAM SYEIKH HAMZAH FANSURI DI SUBULUSSLAM

0
1768

KONDISI KOMPLEKS MAKAM SYEIKH HAMZAH FANSURI DI SUBULUSSSLAM

Makam Syeikh Hamzah Fansuri berada di desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Parovinsi Aceh. Secara astromis situs ini terletak pada titik koordinat 2°37’55.6″N   adn 97°50’29.5″E. Makam ini berjarak sekitar 45 km dari pusat Kota Subulussalam atau sekitar 250 km dari Tapak Tuan, Ibu Kota Kabupaten Aceh Selatan. Di sebelah utara kompleks makam berbatasan dengan Sungai Oboh, sebelah selatan berbatsan dengan jalan desa, sebelah timur berbatasan dengan kebun masyarakat, dan sebelah barat  berbatasan dengan rumah penduduk

Sejarah singkat Hamzah Fansuri

Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, sastrawan dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara abad ke-16 sampai awal ke-17. Tahun lahir dan wafat beliau tidak diketahui dengan pasti dan riwayatpun sedikit sekali diketahuinya. Kajian dari Bargansky menginformasikan bahwa Syeikh Hamzah Fansuri hidup hingga akhir masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan mungkin wafat beberapa tahun sebelum kedatangan Nuruddin ar-Raniry. Syed Muhammad Naguib al-Attas berpendapat bahwa Syeikh hidup sampai masa awal pemerintahan Sultan Iskandar Muda. (Sumber: https://www.google.com/ sejarah+hamzah+fansuri diunduh tal 10 Jan. 2020).

Makam Syeihk Hamzah Fansuri sering dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, antara lain pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, untuk berziarah berziarah maupun kepentingan yang lain.  Selain itu ada juga wisatawan baik lokal maupun manca negara. Berdasarkan informasi yang disampaiakn Khalid Tanjung juru pelihar BPCB Aceh, pengunjung tiap harinya mencapai ratusan orang

Kondisi batu nisan makam saat ini dicat secara permanen dan mungkin sulit untuk direnovasi. Makam ini diperkirakan sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan, yang berakibat tidak dapat dipertahankan sebagai cagar budaya, karena sudah berkurang nilai arkeolgisnya.

Batu nisan kepala pada makam tersebut berbentuk segi 6 dengan ketinggian 90 cm. Pada bagian atas terdapat hiasan berbentuk bulan dengan diameter 120 cm. Bagian bawah berukuran lebih kecil dibandingkan bagioan atas. Batu nisan bagian kaki bentuknya petak juga mengembang seperti gambar diatas.

Di kompleks Makam Syeikh Hamzah Fansuri  terdapat beberapa makam yang lain. Pada bagian selatan adalah makam sabat-sahabatnya dan pada bagian barat adalah makam kedua mertuanya. Kondisi Makam di dalam Komplek Makam Syeih Hamzah Fansuri semuanya sudah mengalami perubahan yang dapat mengurangi atau hilangnya nilai arkeologis seperti terlihat pada foto dibawah ini. Situasi saat ini semua makam tinggalan sejarah sudah tidak nampak lagi dilihat dari luar karena sudah tertutup dengan bangunan besar yang dibangun dana Otonomi khusus tahun 2019.

Beberapa hal yang dirasa perlu dilaksanakan terhadap makam Syeikh Hamzah Fansuri antara lain,

  1. Kajian sejarah dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat juga pakar-pakar sejarah yang handal demi terciptanya informasi yang akurat.
  2. Penelitian yang mendalam tentang keberadaan makam, keletakan dan tulisannya.

Dengan adanya kajian dan penelitian pada makam secara mendalam, maka generasi penerus dapat mengetahui  sejarah yang konkrit dan tidak dipertanyakan lagi tentang riwayatnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR