You are currently viewing Peningkatan SDM Pengendalian Rayap pada Cagar Budaya
Peningkatan SDM Pengendalian Rayap pada Cagar Budaya

Peningkatan SDM Pengendalian Rayap pada Cagar Budaya

Peningkatan SDM Pengendalian Rayap pada Cagar Budaya

Senin (15/07/2019) Balai Konservasi Borobudur mengadakan kegiatan Peningkatan SDM Pengendalian Rayap pada Cagar Budaya bertempat di ruang sidang 1 Balai Konservasi Borobudur. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari jajaran pegawai Balai Konservasi Borobudur dan berlangsung selama satu hari.

"<yoastmark

Acara dibuka secara simbolis oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur, Tri Hartono didampingi oleh Kasi Konservasi Yudi Suhartono. Adapun narasumber kegiatan tersebut adalah Yustinus Suranto dari Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta yang memaparkan tentang karakter cagar budaya berbahan kayu dan Ikhsan Guswenrivo dari LIPI dengan materi pengendalian rayap dengan jamur patogen.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan staf Balai Konservasi Borobudur mengenai pengendalian rayap dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Sehingga pengendalian rayap yang dilakukan tidak membahayakan obyek cagar budaya, manusia dan lingkungannya, terutama terhadap obyek cagar budaya berbahan kayu. Cagar budaya berbahan kayu itu sendiri banyak ditemui di Indonesia dalam berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Lokasinya pun ada yang disimpan di dalam ruangan, dipajang di luar, bahkan dibiarkan berada di lokasi aslinya (in situ). Kayu merupakan material yang rawan kerusakan akibat rayap. Apabila tidak ada penanganan terhadap cagar budaya berbahan kayu, maka seiring bertambahnya usia dan kondisi lingkungan, cagar budaya tersebut beresiko rusak sehingga dapat menghilangkan nilai penting yang terkandung di dalamnya.