Pelatihan Teknik Konservasi dan Analisis Laboratorium Cagar Budaya

0
39
Kepala BKB, Ka. Sub Bag Tata Usaha BKB, Ketua Panitia dan Perwakilan Peserta Pelatihan

Pelatihan Teknik Konservasi dan Analisis Laboratorium Cagar Budaya

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyelenggarakan Pelatihan Teknik Konservasi dan Analisis Laboratorium Cagar Budaya. Seiring dengan perkembangan teknologi yang menuntut adanya perubahan pola pelatihan, maka pelatihan tersebut dilaksanakan dengan model Blended Learning. Model pelatihan tersebut menggabungkan 2 metode pelatihan yaitu secara daring dan klasikal.

Pelaksanaan pelatihan secara daring dilaksanakan  16 s.d. 24 Oktober 2019, sedang pelaksanaan klasikal pada 27 Oktober s.d. 3 November 2019 di Hotel Atria Magelang dan Balai Konservasi Borobudur. Kepala Balai Konservasi Borobudur, Tri Hartono dalam sambutan pengarahannya berpesan agar para teknisi pelestari, teknisi pemetaan dan penggambaran senantiasa meningkatkan kompetensinya mengingat sekarang sudah memasuki era 4.0 dimana dunia digital memegang peran penting di semua bidang termasuk pelestarian cagar budaya.

Salah satu bentuk pelestarian cagar budaya adalah upaya konservasi. Untuk melakukan konservasi seseorang harus mengerti bagaimana melakukan teknis konservasi dan analisis laboratorium. Konservasi harus didasarkan pada permasalahan yang terjadi sehingga efektif dan efisien dengan dampak negatif sekecil mungkin. Oleh karena itu seorang konservator harus memahami secara mendalam mengenai material yang ditangani dan permasalahannya. Para peserta yang berasal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan BKB akan diajak untuk memahami beberapa materi. Diantaranya kebijakan pelestarian cagar budaya, dasar konservasi, pengetahuan material dan pelapukan cagar budaya, analisis laboratorium, teknik konservasi dan kapita selekta konservasi.

Materi-materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut tentunya disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Para narasumber berasal dari Pusdiklat Pegawai Kemdikbud, pejabat struktural dan pejabat fungsional umum Balai Konservasi Borobudur serta akademisi dan praktisi. Materi yang ada tersebut diharapkan dapat mendukung tugas sehari-hari sehingga konservasi cagar budaya dapat dilakukan sesuai dengan prinsip konservasi yang diatur dalam undang-undang.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR