Juara Satu Booth Terbaik Pameran di DPR RI

0
63
Penyerahan piala Juara 1 Booth Terbaik

Juara Satu Booth Terbaik Pameran di DPR RI

Gelar pameran dalam rangka HUT DPR RI ke-74 dan HUT Museum DPR RI ke-28 baru saja usai. Balai Konservasi Borobudur (BKB) tengah merayakan kegembiraannya. Kerja keras yang dilakukan membuahkan hasil optimal. Stand BKB terpilih menjadi juara 1 (satu) booth terbaik. Sekjen DPR didampingi Kepala Museum dan Arsip DPR, serta Ketua Asosiasi Museum Daerah DKI menyerahkan piagam dan piala kepada tim BKB yang diwakili oleh Bambang Kasatriyanto selaku pemandu pameran dan staf edukator.

 

 

 

 

 

 

Juara satu booth terbaik pameran yang berhasil diraih Balai Konservasi Borobudur ditentukan oleh beberapa kriteria yang ditetapkan panitia penyelenggara. Diantaranya aspek edukatif (edukator, media/buku, leaflet, digital), inovatif (keefektifan informasi), partisipatif terhadap pengunjung, dan rekreatif/imajinatif (grafis desain, keindahan tata pamer). Berikut daftar lengkap pemenang:

  • Juara 1 Balai Konservasi Borobudur
  • Juara 2 Museum Santa Maria
  • Juara 3 Museum Kehutanan
  • Juara Favorit Museum Bank Indonesia

Adapun tim juri terdiri dari

  1. Deputi Persidangan Setjen dan BK DPR RI
  2. Ibu Intan Mardiana ( Dewan Pakar AMIDA DKI Jakarta)
  3. Bapak Nunus Supardi ( Dewan Pakar AMIDA DKI)

Booth Balai Konservasi Borobudur pada pameran di DPR RI menampilkan beberapa materi. Materi yang ditampilkan tentu saja berkaitan dengan tema yang telah ditentukan yaitu Museum untuk Kemajuan Informasi dan Peradaban Bangsa “Revitalisasi Museum di Era Digital”. Selain BKB, pameran juga diikuti partisipan yang terdiri dari museum, perpustakaan dan komunitas. Beberapa partisipan yang tercatat mengikuti diantaranya Museum Nasional, Museum Kepresidenan Balai Kirti, Museum Santa Maria, Museum Kehutanan, Museum Bank Indonesia, Komunitas Sahabat Budaya dan masih banyak lagi.

Partisipasi BKB dalam mengikuti pameran yang digelar selama tiga hari itu, tentu saja memiliki tujuan tersendiri. Melalui kegiatan pameran, diharapkan menjadi ajang edukasi, sosialisasi dan penyebarluasan informasi mengenai konservasi dan upaya pelestarian cagar budaya khususnya Candi Borobudur, Mendut dan Pawon. Disamping itu, sebagai salah satu media publikasi, nilai luhur yang terkandung di dalam warisan budaya nenek moyang kita dapat dimunculkan kembali. Dengan demikian, partisipasi masyarakat untuk ikut melestarikan cagar budaya akan semakin meningkat. Bravo Balai Konservasi Borobudur!

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR