Frank Hurley merupakan fotografer dan videographer kenamaan dari Australia. Sebuah film dokumenter pendek karyanya yang berjudul Sagebrush and Silver dinominasikan untuk meraih piala Oscar pada tahun 1941 untuk kategori Best Short Subject (One-Reel). Pada awal karirnya, tepatnya pada tahun 1913, Hurley melakukan perjalanan singkat ke Jawa dan berhasil mendokumentasikan kondisi Borobudur pada saat itu.

Portrait of Captain Frank Hurley c. 1935-1948 (National Library of Australia)

Lahir di Sydney pada tanggal 15 Oktober 1885 dan bernama lengkap James Francis Hurley, dia mulai mengenal dunia fotografi sejak usia 17 tahun. Menjadi terkenal karena keberaniannya dalam mengambil sudut foto yang sensasional, Hurley diajak bergabung dalam Australian Antartic Expedition pada tahun 1911 yang dipimpin oleh (Sir) Douglas Mason. Sejak itu, dia bolak-balik mengikuti ekspedisi ke Antartika sampai enam kali. Pada tahun 1917, dia bergabung kedalam korps tentara sebagai fotografer resmi dan ditempatkan di berbagai wilayah seperti Prancis dan Belgia. Tidak tahan melihat kekejaman perang, dia kemudian mengundurkan diri dan berkelana ke wilayah Timur Tengah, diantaranya Palestina dan Mesir.

Hurley terkenal gemar berpetualang dan mengikuti ekspedisi etnografis. Antara tahun tahun 1920 sampai dengan 1923 dia melakukan perjalanan dan mendokumentasikan kehidupan masyarakat lokal di Kepulauan Torres Straits dan di Papua. Hasil karya berupa video dan foto akhirnya difilmkan dan dibukukan dengan judul sama, Pearls and Savages. Setelah sempat merekam jalannya Perang Dunia II – kembali di wilayah Timur Tengah – dia pulang kembali ke Australia dan lebih fokus menghasilkan karya dengan media foto. Dia juga kadang kala memberikan kuliah terkait topik fotografi dan jurnalisme. Hurley meninggal di Sydney pada tanggal 16 Januari 1962.

Frank Hurley pada masa awal karirnya pernah berkunjung ke Jawa untuk membuat sebuah film pendek, kemungkinan diantara bulan Maret dan November 1913. Sayangnya tidak banyak informasi yang bisa digali terkait kegiatannya selama di Jawa. Namun dalam kumpulan foto yang dihasilkan terdapat foto-foto tentang Borobudur. Koleksi foto ini dapat dilihat di National Library of Australia dan British Museum.

TINGGALKAN KOMENTAR