You are currently viewing Ekskavasi Penyelamatan di KCB Borobudur

Ekskavasi Penyelamatan di KCB Borobudur

Ekskavasi Penyelamatan di KCB Borobudur

Balai Konservasi Borobudur (BKB) melaksanakan ekskavasi penyelamatan di Kawasan Cagar Budaya (KCB) Borobudur. Bertujuan untuk mengumpulkan dan menyelamatkan data arkeologis situs-situs di KCB Borobudur. Data hasil eskavasi akan menjadi informasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan pelestarian dan pengembangan situs-situs di KCB Borobudur.

 

 

 

 

 

Kompleks Candi Borobudur merupakan Warisan Dunia yang terdiri dari Candi Borobudur, Pawon dan Mendut yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Di sekitar Komplek Candi Borobudur banyak ditemukan temuan Cagar Budaya yang teridentifikasi. Terdapat 6 situs yang termasuk dalam Kawasan Cagar Budaya Borobudur sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 286/M/ 2014. Namun hanya situs makam Belanda (Kerkhoff), Samberan, Brongsongan, Dipan, Plandi dan Bowongan yang masuk dalam wilayah pelestarian yang menjadi tanggung jawab BKB.

Untuk menyelamatkan data dan informasi yang masih ada di lokasi situs, maka diperlukan suatu upaya pengumpulan data yang sifatnya juga menyelamatkan temuan yang masih insitu. Diketahui pula bahwa beberapa tinggalan budaya yang ada di permukaan tanah belum sepenuhnya dapat diketahui bentuk utuh ataupun konteksnya dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, upaya penyelamatan dan pengumpulan data dapat diakomodasi dengan melakukan ekskavasi.

Ekskavasi akan berlangsung selama 10 hari kerja, mulai  tanggal 2 sampai dengan 15 Oktober 2019 oleh tim pemyelamatan dari BKB. Lokasi ekskavasi kali ini berada di 3 situs yaitu dipan, Samberan dan Brongsongan.