Evaluasi Penanganan Konservasi Perahu Kuno Indramayu

Sejak tahun 2009, Balai Konservasi Borobudur (BKB) telah melaksanakan kajian konsevasi tinggalan bawah air berbahan kayu (waterlogged wood). Metode konservasi waterlogged wood pada prinsipnya dibagi menjadi tiga yaitu metode impregnasi (impragnation),…

Continue ReadingEvaluasi Penanganan Konservasi Perahu Kuno Indramayu

Identifikasi Kayu Arkeologis Komponen Tongkonan Situs Buntu Pune Di Tana Toraja Dalam Kerangka Konservasi Dan Pemugaran Cagar Budaya Berbahan Kayu

Rumah Adat Tana Toraja yang terdiri atas Bangunan Tongkonan dan Alang (BTA) merupakan Bangunan Cagar Budaya Berbahan Kayu (BCBBK). BCBBK bersama kondisi sosial budaya yang unik dan bentang alamnya yang…

Continue ReadingIdentifikasi Kayu Arkeologis Komponen Tongkonan Situs Buntu Pune Di Tana Toraja Dalam Kerangka Konservasi Dan Pemugaran Cagar Budaya Berbahan Kayu

Pengendalian Iklim Pasif di Museum Sebagai Antisipasi Perubahan Iklim

Perubahan iklim  (climate change)  akhir-akhir ini menjadi banyak perhatian.  Hampir di segala bidang di antaranyakesehatan, peternakan, transportasi, komunikasi, pendidikan, kelautan hingga budaya membicarakan perubahan iklim dan dampaknya terhadap masing-masing. Semua mempersiapkan…

Continue ReadingPengendalian Iklim Pasif di Museum Sebagai Antisipasi Perubahan Iklim

Beberapa Upaya Konservasi Pencegahan di Sumatera (Sebuah Solusi Alternatif)

Konservasi secara umum terbagi dalam dua sifat, yaitu yang bersifat perbaikan (kuratif) dan yang bersifat pencegahan (preventif). Konservasi yang dibahas dalam artikel ini adalah konservasi yang bersifat pencegahan. Konservasi pencegahan…

Continue ReadingBeberapa Upaya Konservasi Pencegahan di Sumatera (Sebuah Solusi Alternatif)

Harmonisasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dalam Pelindungan Arsitektural Bangunan Cagar Budaya

Indonesia memiliki banyak bangunan cagar budaya  bergaya arsitektur kolonial yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Periode masa Hindia Belanda itulah yang membedakan antara gaya bangunan masa kolonialdengan bangunan yang lain. Dimulai dari…

Continue ReadingHarmonisasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dalam Pelindungan Arsitektural Bangunan Cagar Budaya

Konservasi Koleksi Negatif Kaca

Negatif kaca merupakan dokumen kuna yang sangat berharga dan dimiliki oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman yang berasal dari masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Nilai penting negatif kaca adalah sebagai data dokumentasi mengenai penemuan awal peninggalan purbakala khususnya…

Continue ReadingKonservasi Koleksi Negatif Kaca