Tanggal 25 April 1907, Theodore van Erp, anggota korps zeni berpangkat kapten, mendapatkan sebuah mandat melalui Gouvernements Besluit No. 51. Surat keputusan dari pemerintah kolonial Hindia Belanda memuat dua perintah tugas. Yang pertama adalah untuk mendokumentasikan kondisi terkini Candi Borobudur secara lengkap sebagai acuan untuk pekerjaan konservasi kedepannya. Yang kedua adalah untuk menanggulangi kerusakan lebih lanjut yang terjadi di Candi Borobudur dengan menjalankan usulan dari Komite Borobudur, dimana van Erp sendiri adalah salah satu anggotanya. Ini adalah titik tolak dimulainya rekonstruksi reruntuhan Candi Borobudur, yang kemudian sering kita sebut sebagai pemugaran pertama.

Seorang wanita Eropa di Candi Borobudur ketika sedang dipugar pada 1907-1911
(Digital Collections Leiden University Libraries)

Komite Borobudur sendiri dibentuk melalui Gouvernements Besluit No. 17 tanggal 21 Juli 1900. Komite ini diketuai oleh J.L.A. Brandes, seorang arkeolog dan epigraf dari Belanda, dan mempunyai dua anggota, yaitu van Erp dan W.A. van de Kamer, seorang insinyur dari Departemen Pekerjaan Umum Hindia Belanda yang berpengalaman dalam merestorasi Candi Mendut. Tugas Komite ini adalah untuk mempertimbangkan berbagai opsi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Borobudur dari kerusakan total. van de Kamer pernah mengusulkan untuk memberikan shelter logam untuk melindungi Borobudur, namun ide itu ditolak karena akan merusak sisi estetika candi tersebut. Akhirnya pada tahun 1902, Komite Borobudur mengusulkan kepada pemerintah kolonial untuk memugar Borobudur dengan perkiraan total biaya sebesar 135.000 gulden.

Borobudur pada saat dipugar, c. 1910 (Digital Collections Leiden University Libraries)
Kondisi Borobudur sebelum direkonstruksi, tahun 1880
(Digital Collections Leiden University Libraries)

Setelah ditelaah oleh Dewan Pertimbangan di Belanda, baru pada tahun 1905 usulan tersebut mendapatkan persetujuan secara resmi. Namun sayangnya pada tahun yang sama, Brandes meninggal dunia sehingga menghambat persiapan pelaksanaan pemugaran. Setelah sempat terhenti, akhirnya diputuskan untuk memberikan tongkat komando pekerjaan kepada van Erp, dengan dana awal sebesar 48.000 gulden. Tambahan sebesar 8.000 gulden khusus diperuntukkan untuk pekerjaan dokumentasi seluruh bagian candi. Pada tahun 1910, van Erp kembali mendapatkan tambahan biaya sebesar 34.080 gulden untuk menyelesaikan pekerjaan mengembalikan struktur batu ke posisi semula. Setelah berjalan selama empat tahun, pekerjaan rekonstruksi Borobudur dinyatakan selesai pada tahun 1911. Pekerjaan besar ini telah berhasil mengembalikan struktur Borobudur kira-kira ke kondisi awalnya, sehingga yang dapat kita nikmati kemegahannya di masa kini.

TINGGALKAN KOMENTAR