Bangkit Dari Pandemi Melalui Upacara Adat Dan Tradisi

0
1837
Rangkaian kegiatan Bantaian Adat Sedekah Anak Negeri

Upacara adat dan tradisi bisa menjadi sarana interaksi untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi.

Merangin Jambi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, melalui Direktorat Perfilman, Musik dan Media, beker- jasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, serta Sanggar Seni Budayo Tabir menggelar event bertajuk: Bantaian Adat: Sedekah Anak Negeri 28 Maret 2022 di wilayah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Upacara Bantaian Adat merupakan salah satu upacara sedekah dengan memotong kerbau untuk dibagikan kepada masyarakat. Tradisi yang hidup di masyarakat Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, biasanya dilaksanakan 1 minggu menjelang dilaksanakannya puasa Ramadan. Sedikit berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya, Upacara Bantaian Adat di Merangin, Jambi mengawali rangkaian Ruwatan Nusantara dalam rangka Ruwatan Bumi yang akan digelar oleh Kemendikbudristek pada 13 September 2022 mendatang di Borobudur, Magelang.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan kegiatan Ruwatan Bumi yang akan digelar di Borobudur menjadi puncak pertemuan menteri bidang kebudayaan G20. Hilmar menyatakan pelaksanaan upacara Ruwatan Bumi dinilai tepat karena semua negara di dunia saat ini sedang berupaya bangkit bersama-sama dari pandemi Covid-19.

Narasi yang coba dibangun dalam kegiatan upacara Ruwatan Bumi ini untuk memperlihatkan bahwa upacara adat bisa dipakai sebagai kontrol sosial, interaksi dan komunikasi antar warga masyarakat, bahkan warga dunia yang pada akhirnya dapat mempererat hubungan masyarakat bahkan hubungan antar negara tambah Hilmar.

“Dan terpenting sesuai dengan tema G20 ‘Recover Together, Rcover Stronger’ menjadi sebuah aksi nyata dimana kita perlihatkan semangat gotong royong yang ditonjolkan da- lam ruwatan bumi ini,” ujar Hilmar.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyebutkan jika kegiatan di Jambi ini mengawali Ruwatan Nusantara dalam Rangka Ruwatan Bumi dan juga G20 di sektor kebudayaan. Selain itu, Gubernur menyatakan bahwa event Bantaian Adat Sedekah Anak Negeri menjadi gelaran Provinsi Jambi dan akan menjadi tradisi dan warisan budaya takbenda.

“Tradisi ini akan terus dilestarikan sehingga menjadi warisan budaya takbenda, dan akan masuk kalender tahunan Provinsi Jambi,” pungkas Al Haris.

Pada saat dilakukannya Tradisi Bantaian Adat akan terjadi interaksi dan komunikasi antar masyarakat sekitar wilayah Merangin, sebab seluruh lapisan masyarakat akan terlibat dan secara gotong royong ikut membantu kelancaran pelaksanaan upacara Bantaian Adat yang pada akhirnya akan mempererat hubungan masyarakat sekitarnya.

Rencananya sebanyak 120 ekor Kerbau akan dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar wilayah Merangin.

Artikel SebelumnyaMuseum Nasional Meresmikan ImersifA Sebagai Ruang Interaksi Baru
Artikel BerikutnyaCipta, Rasa, dan Karsa untuk Pemajuan Kebudayaan