Asahan Gelar Lomba Permainan Tradisional

0
169

Asahan, Sumatra Utara – Sejumlah pelajar tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, mengikuti lomba permainan tradisional di lapangan Hokky, pada Rabu (20/3/2019). Dalam memperingati Hari Jadi Kota Asahan ke-73, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menggelar berbagai kegiatan lomba permainan tradisional yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional yang nyaris dilupakan dan sudah jarang dimainkan anak-anak.

Beberapa pertandingan yang dilombakan antara lain, permainan patok lele, egrang, pecah piring, gerobak sodor, engklek dan terompah untuk putra dan putri.

Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Sofyan menyebutkan permainan tradisional ini sengaja dipertandingkan di tengah zaman milenial, di mana anak-anak sekarang lebih banyak bermain gawai dan berselancar di dunia maya.

“Pertandingan ini sekedar membudayakan kembali permainan rakyat kepada para pelajar. Sebab permainan rakyat ini mulai dilupakan bahkan jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang, jadi rasanya perlu Dinas Pendidikan memperkenalkan permainan rakyat ini di tengah zaman teknologi. Sebab dalam permainan tradisional ini masih terdapat unsur olahraga dan permainan rakyat yang mulai menghilang di tahun 2000-an ini akan menghilang jika tidak dibudayakan lagi” ujar Sofyan.

   

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Sri Hartini yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa pada Oktober mendatang akan digelar Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta. Untuk itu, Sri Hartini turut mengajak dan mengundang Kabupaten Asahan untuk hadir dan turut serta dalam gelaran Pekan Kebudayaan tersebut.

Adapun Pekan Kebudayaan Nasional merupakan rangkaian aktivitas kebudayaan yang bergerak dari Desa sampai ke Ibukota, sekaligus menjadi Resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia. Keterlibatan daerah, khususnya Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, menjadi kunci sekaligus membuka ruang baru atas upaya melestarian permainan tradisional.

 

 

 

Teks dan Foto: Indri Ariefiandi.

TINGGALKAN KOMENTAR